Bulog Bentuk Rumah Pangan

Bulog Bentuk Rumah Pangan

  Selasa, 11 Oktober 2016 08:47

Berita Terkait

Tersebar di 23 Kecamatan

PUTUSSIBAU – Badan Urusan Logistik (Bulog) Putussibau menargetkan membentuk 26 rumah pangan kita (RPK) yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu. Langkah itu dilakukan mereka untuk menyetabilkan harga jual beras di pasaran, serta mengantisipasi terjadinya kelangkaan beras di daerah ini. Harapan mereka, para pedagang tak bisa menjual beras dengan harga yang tinggi kepada masyarakat.

Kepada wartawan, kepala Bulog Putussibau, Halpid Handi Agus, menjelaskan bahwa untuk saat ini mereka baru membentuk 13 RPK dari 26 RPK yang akan dibentuk. RPK tersebut, menurut dia, tersebar di empat kecamatan seperti di Kecamatan Mentebah, Kalis, Putussibau Utara, dan Putussibau Selatan. "Rencana dalam waktu dekat kami akan membentuk RPK di Kecamatan Embaloh Hulu," tuturnya Minggu (9/10) siang di Putussibau.

Menurut Agus, keberadaan RPK tersebut sangat penting bagi masyarakat Kapuas Hulu, karena sangat membantu meringankan beban masyarakat. Apalagi, dia menambahkan jika harga jual beras komersil yang ditawarkan dari Bulog hanya Rp9.900 perkilogram. "Beras komersil yang kami jual harga sangat murah dan kualitas bagus. Bila dibandingkan dengan harga beras dipasaran selisihnya Rp3 – 4 ribu perkilonya,” tuturnya.

Dikatakannya, sebelum mereka menjual dan mendatangkan beras komersil ke setiap kecamatan yang ada di Kapuas Hulu, terlebih dahulu mereka mengadakan kerja sama dengan pedagang yang berada di kecamatan tersebut. "Jika sudah ada kesepakatan dan terjalin kerja sama, barulah kami membentuk RPK di toko itu, kemudian barulah berasnya kami datangkan untuk di jual pada masyarakat," ucapnya.

Agus mengaku, masyarakat Kapuas Hulu belum sepenuhnya mengenal beras komersil yang mereka jual. Pasalnya, tak dipungkiri dia bagaimana selama ini anggapan yang berkembang di masyarakat jika beras Bulog kualitasnya tidak layak untuk dikonsumsi. "Tapi masyarakat tidak tahu selama ini Bulog ada menjual beras komersil dengan kualitasnya yang bagus.Tak kalah dengan beras-beras premium yang dijual di toko-toko," ungkapnya.

Dikatakannya, penjualan beras komersil ke masyarakat telah dilakukan mereka sejak satu bulan lalu. Sampai saat ini, dipastikan dia jika jumlah beras yang terjual sudah mencapai 68 ton.

"Untuk RPK kecamatan kami tidak membatasi jumlah beras yang mereka ambil, cuma kami mengimbau kepada mereka jangan menjual beras dengan harga yang terlalu tinggi, karena sudah ada patokan harganya," katanya.

Dikatakannya, sejak Bulog menjual beras untuk umum, animo masyarakat dalam membeli beras komersil mereka sangat tinggi. Bahkan, ketika beras datang dan penjualan dilakukan, digambarkan dia bagaimana masyarakat secara berbondong-bondong membeli beras dalam kemasan 10 kilogram perkarung. “Mereka membeli dua tiga karung (untuk) satu orang, kami memang tidak membatasi jumlah pembelian beras mereka,” paparnya. (aan)

 

Berita Terkait