Bukan untuk Kepentingan Politik Praktis

Bukan untuk Kepentingan Politik Praktis

  Jumat, 8 April 2016 14:54

PRESIDEN Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Drs. Cornelis, MH., meminta organisasi tersebut tidak dibawa untuk kepentingan politik praktis kelompok tertentu, karena akan terjadi keributan bahkan perpecahan internal di masyarakat Dayak. “Dibentuknya organisasi yang mewadahi Etnik Dayak di Seluruh Pulau Kalimantan ini, agar Etnik Dayak bersatu dan bisa menunjukan eksistensinya sebagai bagian dari Rakyat Indonesia, sebagai pemilik sah Pulau Kalimantan,” kata Cornelis usai melantik pengurus MADN periode 2015-2020 di Rumah Radakng Pontianak Kalimantan Barat, Kamis, (7/4).

Hadir dalam kesempatan itu mantan Presiden MADN Agustin Teras Narang, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Karolin Margret Natasa, Wagub Kalbar Christiandy Sandjaya, Ibu Frederika Cornelis dan perwakilan Dayak se Dunia, antara lain dari Malaysia, Thailand, dan provinsi lainnya di Indonesia.

Pada kesempatan itu juga, Presiden MADN Drs. Cornelis, MH., dianugerahi Bintang Kehormatan dari Ketua Umum Gerakan Pemuda Dayak Indonesia (Gerdayak) Drs, Yansen A. Binti, MBA. Penghargaan atas jasa dan pengabdian melampaui panggilan tugas dalam memperjuangkan nasib masyarakat Dayak.

Usai pelantikan, dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional I di Hotel Kapuas Palace. Ribuan masyarakat berbagai etnis memenuhi Rumah Radakng Jl Sultan Syahrir menyaksikan pengukuhan secara adat Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis dan pengukuhan serta pelantikan pengurus MADN masa bakti 2015-2020 oleh Presiden MADN, Cornelis.(nasir/humas pemprov)