(Bukan) Musik Hedonisme

(Bukan) Musik Hedonisme

  Senin, 23 May 2016 09:30

Berita Terkait

Septian Arianto DJ Pontianak

Maraknya lagu-lagu elektronik di masa kini membuat siapapun ingin berkenalan lebih jauh sama Electronic Music Dance (EDM). Banyak yang bilang musik EDM lebih pada musiknya orang dugem, dance serta hasil produksi dari DJ (disc jokey). Memang sedikit berhubungan sih guys dengan kehidupan malam, lantai dansa, DJ atau produser electronic music. But, bukan berarti alur musik ini dikonotasikan dalam hal negatif. Buktinya salah satu DJ muda asal Pontianak ini memiliki pandangan tersendiri mengenai musik EDM. 

Tertarik pada musik EDM sudah dirasakan Septian Arianto sejak duduk di bangku kelas 1 SMK. Saat pertama kali mendengar musik yang tercipta dari berbagai instrument elektronik ini, ia benar-benar merasa terbawa suasana baik dari lagi maupun musik yang dipadukan dengan unsur musik EDM itu sendiri. Nggak heran jika musik EDM bisa diterima baik, secara bisa membuat bahagia pendengarnya. “Beat yang dihasilkan itu khas banget. Aku sebagai pendengar bahkan bisa merasakan aura semangat baik dari musik maupun lagunya,” tutur cowok kelahiran Sentebang, 31 Agustus 1996 ini. 

Sebagai seorang DJ, unsur musik EDM pun tak luput ia masukkan. Alasannya sih agar orang yang mendengarnya bisa ikut nge-dance dan menjadi lebih bersemangat. “Yah, meski belum terlalu mendalami musik EDM. Bukan berarti harus menunggu mahir dulu. Justru ini membuat saya lebih berusaha dan bersemangat untuk mempelajari musik EDM lebih spesifik,” cuap cowok yang hobi futsal ini.

Sedikit membahas mengenai musik EDM yang kerap dikaitkan dengan konotasi negatif, Septian mengaku semua balik lagi kepada pendengar. “Kita nggak bisa memaksakan seseorang untuk suka dengan jenis musik EDM yang terlalu berisik. Musik EDM sendiri sebenarnya dihasilkan dari synthesizer, midi keyboard, turntable, mixer, bass bahkan bisa diproduksi dari aplikasi komputer. Jadi nggak mungkin juga musik ini negatif,” tambahnya.

Well, kedepannya Septian berharap musik EDM tetap bisa dinikmati oleh semua orang dan  nggak dianggap sebagai musik negatif. “Musik EDM udah ada sejak tahun 1960 dan setiap tahunnya pun semakin berkembang. Yakin masih dianggap musik hedonisme?” tutupnya. (ghe)

Berita Terkait