Bukan Berasa Laga Besar

Bukan Berasa Laga Besar

  Selasa, 9 February 2016 09:26
Gambar dari JawaPos

Berita Terkait

LONDON – Chelsea versus Manchester United adalah salah satu laga yang seharusnya menghibur. Dua tim melahirkan peluang yang bikin dag dig dug penggemarnya, banyak gol lahir, juga ada bumbu-bumbu drama di lapangan.Namun buang jauh ekspektasi tersebut buat musim ini. Kemarin (8/2) di Stamford Bridge, kedua raksasa Premier League itu bermain dengan, maaf, menjemukan. Skor akhir pertandingan kemarin pun 1-1.

            United membuka keunggulan lebih dahulu lewat Jesse Lingard pada menit ke-61. Lantas tuan rumah selamat dari malu berkat gol Diego Costa di masa injury time (90’+1’). Memang hasil kemarin terasa adil buat kedua tim. Bahkan usai laga tactician United Louis Van Gaal mengatakan kalau dirinya masih bisa bergembira walau membuang kans menang.

            “Pertandingan ini membuat frustrasi namun bukanlah sebuah kekecewaan besar buat saya,” ucap Van Gaal seperti diberitakan Daily Mail kemarin.          Puncak-puncak kefrustrasian mantan tactician Ajax, Barcelona, dan Bayern Muenchen itu terlihat ketika di sesi wawancara Van Gaal kembali bertengkar dengan media.

            Ketika ditanya soal masa depannya, Van Gaal malah balik memberondong sang penanya dengan serangkaian pertanyaan. Misalnya sudahkah sebelum mengarang berita penghentiannya sebagai nahkoda United mengkonfirmasi kepada Wakil Presiden United Ed Woodward atau pemilik United, Keluarga Glazers. Kalau melihat statistik laga kemarin, Chelsea unggul tipis dalam penguasaan bola, 51 berbanding 49 persen. Juga dalam melepas tembakan ke gawang lawan, beda tipis. United 14 kali, Chelsea 13 kali.

            Dari 14 kali tembakan itu, enam menyasar ke gawang dan satu yang menjadi gol. Sementara The Blues, julukan Chelsea, lima menuju ke gawang juga berhasil dikonversikan satu menjadi gol. Yang menarik adalah statistik versi Whoscored soal rerata tembakan United musim ini. Yakni 11,6 per laga. Sedang Chelsea 13,8 kali per laga.

            Dan angka tembakan kedua tim yang merupakan raksasa-raksasa Premier League itu masih kalah dibandingkan tim yang secara peringkat di bawah mereka. Liverpool misalnya yang saat ini ada di posisi kesembilan.The Reds, julukan Liverpool, melakukan 16,3 kali per laga. Sejauh ini tim dengan jumlah tembakan rata-rata terbanyak per laga adalah Manchester City dengan 17,2 kali per laga.

Lalu angka rata-rata shots on target United serta Chelsea ada di bawah Southampton maupun West Ham. Padahal nota bene kedua tim tersebut adalah tim medioker.

Rata-rata shots on target United adalah 3,7 kali. Sedang Chelsea 4,2 kali. Bandingkan dengan Southampton yang sampai di angka 4,5 kali serta West Ham 4,6 kali.

Akan tetapi bila berbicara rata-rata persentase ball possesion per laga United dan Chelsea adalah dua yang terbaik. United dengan rata-rata 55,8 persen atau yang tertinggi diantara semua tim Premier League. Sementara Chelsea 54,5 persen.

 

Menurut pundit The Guardian Michael Cox pada laga kemarin sebetulnya United lebih layak memenangi pertandingan. The Red Devils, julukan United, mengalami kemajuan yang cukup signifikan dari segi permainan.

Adalah bek kiri muda United Cameron Borthwick-Jackson yang membuat United begitu dominan di sisi kiri. Bek kanan Chelsea Branislav Ivanovic dibikin kalang kabut mengejar Borthwick-Jackson tersebut.

“Bermain melebar sebenarnya bukan jadi kerangka permainan ala Van Gaal. Kerjasama (Anthony)Martial dan Borthwick-Jackson membuat sisi kiri United sangat hidup,” tulis Cox.

Dan benar saja, persentase serangan United dari sisi kiri mencapai 41 persen. Lalu dari kanan 35 persen. Dan sisanya baru dari bagian tengah. Sementara itu, tactician Chelsea Guus Hiddink mengakui jika timnya kecolongan gol Lingard pada pertengahan babak kedua. Namun beruntung mereka punya Diego Costa. Di laga selanjutnya Chelsea akan bertemu dengan Newcastle United (14/2). Sedang United bertemu Sunderland (13/2). (dra)

Berita Terkait