Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Buka Puasa Bersama Anak Yatim

  Senin, 27 June 2016 09:28
BANTUAN: Selain berbuka bersama, SG Foundation juga memberikan bantuan ke sejumlah anak. Istimewa

Berita Terkait

​Jumat lalu, SG Foundation mengajak 20 anak yatim Panti Asuhan Uswatun Hasanah buka puasa bersama di salah satu restoran Pontianak. Kecerian dari wajah polos anak panti tampak jelas. Usai buka puasa mereka juga menerima sedikit bantuan untuk keperluan lebaran.

Mirza Ahmad Muin, Pontianak

Azan magrib tinggal lima menit lagi. 20 anak yatim dari Panti Asuhan Uswatun Hasanah rupanya sudah siap di depan meja menunggu waktu buka puasa bersama di salah satu restoran Pontianak. Rupanya detik-detik buka puasa di tempat yang jarang mereka kunjungi jadi satu pengalaman menarik. Sambil menunggu azan magrib, mereka bersenda gurau selain itu ada yang bernyanyi mengikuti lagu yang diputar pengelola restoran. Ada juga yang memperhatikan tiap sudut ruangan restoran. Diketahui,  pada hari itu, pengunjunggnya tak hanya mereka namun pengunjung lain berada di sana untuk bersama-sama melaksanakan buka puasa bersama. 

Bagi mereka, pengalaman buka puasa di restoran merupakan satu hal yang jarang. Kedatangan mereka menghadiri acara buka puasa bersama, merupakan ide dari sekumpulan anak muda yang berkecimpung di bidang sosial kemasyarakatan. Diketahui selama bulan puasa ini, SG Foundation banyak membantu kaum fakir. Mulai dari berbagi takjil, patroli sedekah sampai memberi santunan ke masyarakat ekonomi bawah. Penggalangan dananya, mereka dapat dari beberapa donator tetap dan ngamen amal dari warung kopi ke warung kopi yang rutin dilaksanakan. Hasilnya digunakan untuk berbagi ke sesama.

“Buka bersama anak yatim merupakan agenda kita yang sudah di programkan di bulan puasa ini. Tujuannya, kita ingin berbagi keceriaan bersama mereka. Selain itu kita juga beri sedikit bantuan untuk mereka,” ucap Ketua SG Foundation, Guntur kepada wartawan.

Selain buka bersama anak yatim lanjutnya, pihaknya juga melakukan penggalangan dana untuk membantu saudara kita yang terkena penyakit Hidrocepalus sebagaimana diberitakan di media beberapa waktu lalu. Dia berharap sedikit bantuan itu dapat membantu pihak keluarga meringankan beban. 

Di tempat sama, ustaz Mansyur ketua Panti Asuhan Uswatun Hasanah mengapresiasi kegiatan yang dilakukan se kelompok pemuda yang mau meluangkan waktunya untuk berbagi ke sesama dalam bentuk kegiatan sosial. Dia tak menyangka di zaman ini masih ada segelintir pemuda rela mengorbankan waktu demi kegiatan seperti ini. Bayangkan, jika semua pemuda berpikiran seperti ini, ia yakin ke depan kesejahteraan masyarakat Pontianak membaik, dengan catatan programnnya berkelanjutan dan dapat fokus. Jika program ini bisa disinergikan dengan pemerintah ia merasa ini dapat berjalan.*** 

Berita Terkait