Buka Peluang KUR Startup

Buka Peluang KUR Startup

  Senin, 31 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

Potensi Ekonomi Digital

Para pengusaha startup dinilai layak mendapatkan model pendanaan berbasis Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan usaha. Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Nedy Achmad, jika pemerintah merealisasikan niat tersebut maka sudah sesuai dengan aspirasi kebanyakan pengusaha rintisan di Hipmi dan pengusaha pemula lainnya.

“Saat ini dengan pesatnya jumlah pengguna internet di tanah air membuat usaha rintisan menjamur dimana-mana utamanya di kalangan pelaku usaha muda dan pemula. Integrasi mobile subscriber, netizen, dan pelanggan media sosial ini telah menciptakan potensi ekonomi digital Indonesia yang sangat besar,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurut Nedy, saat ini valuasi pasar e-Commerce Indonesia mencapai US$1,7 miliar dengan digital consumer mencapai 51 juta orang. Saat ini startup masih kesulitan untuk akses pembiayaan ke lembaga keuangan mengingat usaha rintisan belum mampu menyediakan collateral loan berupa aset fisik kepada lembaga pembiayaan sebagai agunan. “Jalan keluarnya adalah harus ada skema pembiayaan yang melibatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mengurangi tingkat kredit macet oleh para startup,” katanya.

Mengacu Hipmi Research Center, profil ekonomi digital Indonesia saat ini adalah valuasi eCommerce sebesar US$ 1,7 miliar. Sedangkan mobile subscriber mencapai 338,4 juta orang, konsumer digital mencapai 51 juta orang, pengguna internet mencapai  100 juta orang dan pengguna media sosial mencapai 72,3 juta orang.

Sementara itu, Pemimpin Sentra Kredit Kecil BNI Cabang Pontianak, Arie Nugroho mengatakan, sampai saat ini memang sejumlah Bank penyalur KUR termasuk pihaknya masih membatasi penyaluran KUR hanya kepada usaha yang sudah berjalan kurang lebih enam bulan. Setelah usaha itu jelas perjalanannya selama enam bulan, maka Bank dalam hal ini dapat memutuskan untuk mengeluarkan KUR atau tidak. “Tapi kami terus dukung penyaluran KUR tergantung program yang ditentukan oleh pemerintah,” katanya.

Tidak menutup kemungkinan untuk memberikan KUR kepada para startup yang baru saja memulai usahanya. Kedepan, menurutnya akan ada regulasi yang lebih mantap untuk mengatur hal itu sehingga Start up tetap dapat mendapatkan sokongan dana dari para bank penyalur KUR, dan pihak bank tidak dirugikan jika saja proses pengembalian kredit tersebut macet.

Saat ini, BNI telah berjasama dengan sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) termasuk di Kalbar ini dibangun berupa penyaluran KUR dengan pola lingkage. "BPR hanya mencari nasabah dan melakukan studi kelayakan kepada calon debitur selain itu BNI yang urus, waktunya hanya membutuhkan dua hari kerja," ujarnya Sabtu (29/10) lalu. (mif)

Berita Terkait