Budayakan Kato, Pedulikan Masyarakat akan Sungai

Budayakan Kato, Pedulikan Masyarakat akan Sungai

  Minggu, 10 April 2016 10:38
BERSIAP: Tampak para peserta sedang bersiap-siap mengikuti perlombaan sampan bermesin kato di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, kemarin. AGUS PUJIANTO

Sebanyak 40 peserta mengikuti perlombaan sampan bermesin kato yang digelar Himpunan Masyarakat Peduli Sungai Kapuas (HMPSK) di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Selain sebagai penyaluran bakat pecinta olahraga air, lomba ini juga dimaksudkan untuk membangun kesadaran menjaga sungai kapuas.

AGUS PUJIANTO, Pontianak

WAKIL Ketua HMPSK, Ridwan, mengungkapkan jika perlombaan ini sendiri muasalnya adalah untuk memperkenalkan sampan bermesin. Terlebih di Desa Kapur sendiri, diakui dia jika perlombaan seperti ini baru kali pertama diadakan. Dia berharap, even ini bisa menjadi motivasi untuk masyarakat agar membuat sampan yang sama, sehingga pecinta sampan tradisional menjadi semakin banyak.

“Dengan demikian, memungkinkan melakukan pertandingan tahunan dan akan bisa mengangkat khasanah khas Kubu Raya yaitu sampan mesin tradisional,” kata Ridwan, Sabtu (10/4).

Dikatakan dia pula, Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah pesisir, di mana mayoritas masyarakatnya merupakan nelayan. Akibatnya, dia menambahkan, secara otomatis setiap hari mereka harus bergaul dengan sampan. Dengan lomba ini Ridwan berharap agar masyarakat terpanggil untuk membuat sampan tradisional bermesin kato. 

“Selain menjadi hiburan untuk masyarakat, even ini siapa tahu ke depan bisa jadi budaya baru bagi kita,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksanatugas (Plt) Sekda Kubu Raya, Odang Prasetyo, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat pecinta Sungai Kapuas, yang telah memunculkan ide menarik ini. Menurutnya, upaya seperti ini penting guna menjaga melestarikan Sungai Kapuas. Odang menilai, sungai yang identik dengan masyarakat Kalbar ini, semakin lama semakin tinggi tingkat pencemarannya, yang disebabkan oleh limbah dari perusahaan, juga limbah dari sampah. 

“Even ini juga sekaligus untuk mengingatkan masyarakat, agar sadar lingkungan. Tidak menganggap sungai sebagai tempat sampah. Lomba ini juga untuk menarik wahana rekreasi sekaligus melestarikan lingkungan,” ucapnya.

Efendi, ketua panitia lomba sampan, mengatakan ada 40 peserta yang mengikuti perlombaan ini. Peserta sendiri, menurut dia, terdiri dari Kubu Raya dan Kota Pontianak. “Lomba selama dua hari. Semoga ke depan lebih banyak lagi yang ikut,” harapnya. (*)