Budaya Klik Share pada Akun Facebook

Budaya Klik Share pada Akun Facebook

  Rabu, 15 November 2017 10:21   105

Oleh: Hardi Alunaza SD

DEWASA ini perkembangan teknologi sudah sangat maju hingga mencakup berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Orang tidak perlu lagi bertatap muka langsung untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain. Hal itu disebabkan karena hadirnya aplikasi jejaring sosial yakni facebook yang memudahkan manusia untuk bisa saling terkoneksi secara online. 

Era globalisasi dengan semakin maraknya perkembangan teknologi memang tidak dapat dihindari. Mengingat bahwa saat ini kebutuhan manusia yang semakin kompleks yang menyebabkan mereka bisa mengenal dan berinteraksi dengan orang lain tanpa mengenal batas. Menurut data Transparency International Indonesia, 90% generasi muda Indonesia sudah mengenal internet dengan tingkat pengguna sosial media sebanyak 75%. 

Jika dilihat dari pengguna facebook di Indonesia, banyak hal yang kemudian menjadi perhatian karena maraknya budaya klik share sebagai salah satu bagian dari menu yang ada di layanan facebook itu sendiri. Banyak data yang menunjukkan bahwa para pengguna facebook di Indonesia kemudian dengan gampang membagikan informasi yang mereka terima tanpa melakukan pengecekan kebenaran dari berita yang mereka peroleh. 

Berita yang didapat dari banyak laman facebook seperti telah mengubah pola pikir bagi para pembacanya. Seperti yang kita alami saat kampanye pemilihan presiden Indonesia pada tahun 2014, kampanye kandidat Kepala Daerah, dll. Banyak sekali golongan dan kelompok yang saling memprovokasi dan menyudutkan satu dengan yang lain dengan menggunakan facebook. 

Sudah menjadi kenyataan yang diketahui banyak kalangan, bahwa antara pendukung kandidat bakal calon pemimpin saling serang dengan menggunakan facebook. Pendukung saling melemparkan kesalahan dengan diikuti oleh banyak pengguna facebook untuk mencapai kepentingan golongan. 

Saat melihat dan membaca satu berita, pengguna facebook tidak lagi memastikan kebenaran berita yang mereka baca, namun dengan segera mereka klik share kepada para pengguna facebook yang lain. Hal itulah yang kemudian menjadi permasalahan dalam budaya politik di Indonesia. Seharusnya facebook bisa digunakan untuk menunjukkan partisipasi politik jika dilakukan dengan benar tanpa ada dominasi atau paksaan dari pihak lain. Dampak buruk dari budaya klik share pada akun facebook adalah semakin maraknya pertentangan yang terjadi antara sesama penggunanya, semakin besarnya tingkat permusuhan antara golongan dan kelompok yang menggunakan facebook sebagai media untuk kampanye politik di Indonesia. 

Bahkan, tidak jarang terjadi saling serang antara suatu golongan di media sosial karena budaya klik share tersebut sudah terlalu menjamur. Jalan terbaik untuk menghindari hal negatif dari penggunaan media facebook adalah dengan melakukan pengecekan dan konfirmasi ulang terhadap berita yang diterima, dengan memastikan status kebenaran berita yang kita baca. Sehingga jika hal tersebut dapat dilakukan, secara perlahan fungsi media facebook akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. 

Masih banyak hal positif yang dapat dilakukan dengan budaya klik share di facebook. Salah satunya adalah untuk mengawal jalannya pemerintahan di Indonesia. Generasi muda di Indonesia seharusnya bisa menggunakan facebook untuk mencegah terjadinya korupsi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menulis dan mem-publish berita yang pro terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. 

Coba saja bayangkan jika 75% dari generasi muda menggunakan facebook untuk melakukan kegiatan dan aksi sebagai wujud pro terhadap pemberantasan korupsi. Itu adalah aksi yang sangat positif, karena dengan mem-publish tulisan positif kemudian diikuti dengan aksi klik share oleh generasi muda yang lain, hal itu akan semakin efektif. 

Bukan saatnya lagi asal klik share untuk membuktikan peran aktif dalam penggunaan media sosial facebook. Saat ini adalah waktu yang tepat bagi generasi muda untuk berperan aktif untuk berbagi informasi dan aksi untuk memberantas korupsi dan mewujudkan politik yang bersih di Indonesia. 

Dengan menggunakan facebook, generasi muda seharusnya bisa melakukan perbaikan sistem, melawan tindakan korupsi yang sudah massif dan sistemik. Sehingga dengan menggunakan media facebook, bukan hanya budaya klik share yang terbangun, tetapi juga sikap peduli terhadap perbaikan sistem politik Indonesia, serta budaya anti korupsi. Mari bersama menciptakan dunia politik yang baik di Indonesia dengan menggunakan media. 

*) Penulis: Pemerhati Ilmu Politik dan Ilmu Hubungan Internasional

Staf Pengajar FISIP Untan