Buatnya Cepat, Rasanya Enak

Buatnya Cepat, Rasanya Enak

  Kamis, 30 June 2016 10:32

Berita Terkait

Saat Ramadan, seharian menahan lapar dan haus. Sore harinya baru berbuka. Malamnya, kudapan ringan lebih pas untuk dikonsumsi. Terutama setelah salat Tarawih. 

Makan pada jam-jam setelah Salat Tarawih (sekitar pukul 20.00–21.00) rawan karena

menjelang tidur. Namun, belum nyaman rasanya jika perut tidak ikut terisi.

Chef Fahriansyah dari Harris Hotel & Conventions Gubeng Surabaya memberikan contoh resep makanan kreasi yang mudah dibuat. 

“Ada makanan dengan cita rasa manis semacam dessert. Ada juga yang gurih, tapi

semuanya adalah makanan ringan,’’ katanya.

Menu-menu yang dihadirkan dalam edisi kali ini adalah ronde kurma, pie kurma, bakso mekrok, ote-ote udang, dan kebab tarik. Ronde dan pie kurma mewakili cita rasa manis. 

Untuk penggemar makanan manis, keduanya merupakan pilihan tepat. Ronde kurma juga menjadi perwakilan dari makanan tradisional. Yang beda filling dari grendul atau yang juga disebut biji salak. 

Umumnya, biji salak yang disajikan pada menu ronde diisi kacang yang sudah dihaluskan. Namun kali ini diisi daging kurma cincang. Pastinya, daging kurma memberikan sensasi rasa yang berbeda. ’’Selain cocok dihidangkan setelah Tarawih, ronde kurma bisa untuk takjil,’’ paparnya. 

Fahri juga memberikan campuran daging kurma untuk pie kurma. Yang ini mewakili dessert kekinian. “Pie tidak identik buah apel, daging kurma juga memberikan rasa tak kalah nikmat,’’ jelasnya.

Sebagai variasi, ditambahkan kacang almond untuk menambah rasa gurih. Untuk makanan yang gurih, Fahri menciptakan kreasi kebab tarik. Sebenarnya sama dengan kebab lainnya. Yang beda cara memasak dagingnya. Jika kebab pada umumnya dagingnya diiris tipis-tipis, yang ini dagingnya ditusuk dengan tusuk sate.

Setelah itu, dibakar dan dimasukkan roti kebab yang telah diisi sayur serta beragam

saus. Untuk memakannya, kita harus menarik kebab berlawanan arah dengan tusuk sate supaya tusuknya terlepas dan kita bisa memakan dagingnya. 

“Karena itu, namanya kebab tarik, sebelum makan harus tarik-tarikan dulu,” canda Fahri.

Yang lebih simpel ada ote-ote udang. Menu gorengan itu tetap menarik untuk dimakan saat malam. Berdasar pengamatan Fahri, banyak orang yang ketika Ramadan juga ingin makanan simpel. 

“Kalau gorengan-gorengan ini kan back to basic istilahnya, meski simpel tapi sangat mengena,’’ ucapnya. 

Karena makanan akan dikonsumsi setelah Tarawih, Fahri menyarankan supaya tidak

dalam porsi besar. (ina/c15/jan)

Berita Terkait