Buat Surat Kesehatan Rp20 Ribu

Buat Surat Kesehatan Rp20 Ribu

  Senin, 15 Agustus 2016 09:11
BUKTI PUNGUTAN: Bukti pembayaran pembuatan surat keterangan kesehatan di Puskesmas Sukadana, yang dipatok harga dan diperlihatkan warga. Menurut mereka, satu surat dipatok hingga Rp20 ribu. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

SUKADANA – Kekecewaan salah satu warga Sukadana, kembali terjadi. Kali ini kekecewaan tersebut mengarah pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Sukadana. Seperti diungkapkan oleh Rian, salah satu warga Sukadana, saat membuat surat keterangan kesehatan belum lama ini, dengan dipatok tarif hingga Rp20 ribu.

 
“Untuk program kesehatan gratis telah diterapkan di Kayong Utara, apa lagi pembuatan surat keterangan kesehatan Puskesmas tidak menggunakan obat-obatan. Kita saat itu minta surat keterangan kesehatan hanya ditensi, timbang badan, dan diukur tinggi badan saja, tidak ada dikasih obat atau menggunakan fasilitas lainya,” keluh dia, Kamis (12/8) di Sukadana.

Menurut Rian, uang Rp20 ribu bernilai cukup besar bagi warga ekonomi di bawah rata-rata. Apalagi, sambung dia, untuk membuat surat keterangan kesehatan tidak begitu sulit. “Kami waktu itu berjumlah delapan orang, satu orang dikenakan bayaran 20 ribu (rupiah), totalnya (mencapai) 160 ribu (rupiah). Bagi kami harga segiatu cukup mahal,” akunya.  

Sementara itu, saat dikonfirmasi, kepala Puskesmas Sukadana, Karim Lubis, membantah kalau penarikan tersebut ditetapkan besarannya oleh stafnya. Padahal, dijelaskan dia, setiap warga yang meminta surat keterangan kesehatan, hanya membayar secara ikhlas dan tidak dipatok harga. “Kalau merasa keberatan, sebaiknya tidak perlu diberi. Tidak apa, kalau keberatan, tidak masalah,” kata dia.

Terpisah, kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kayong Utara, Lukman, mengungkapkan bahwa penarikan bayaran yang ditetapkan oleh satu diantara staf Puskesmas Sukadana tersebut tidak dibenarkan. Hal ini, dikatakan dia, bisa disebut sebagai pungutan liar.

Lukman menyarankan kepada warga yang merasa dirugikan, untuk membuat laporan tertulis kepada Dinkes. Dia berjanji, selanjutnya mereka akan menindak oknum yang memungut biaya tersebut. “Kalau bisa, buat saja surat, dan nanti kita memberikan surat teguran tertulis terhadap pihak terkait,” sarannya. (dan)