Buat Posko TKI Mudik

Buat Posko TKI Mudik

  Rabu, 29 June 2016 09:53
Ilustrasi

Berita Terkait

SAMBAS - Dalam operasi Ramadniya 2016, jajaran Polres Sambas juga memperhatikan arus mudik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di daerah perbatasan. Lantaran warga Sambas banyak diantaranya bekerja di Malaysia.

Wakapolres Sambas, Kompol Amri Yudi mengatakan Polres Sambas bersama dengan pihak terkait akan mendirikan empat Pos untuk pengamanan arus mudik lebaran tahun ini. Yakni Pos pengamanan (Pos PAM) di Pemangkat dan Tebas.

Kemudian Pos Pelayanan (Posyan) di Sambas dan Pos Terpadudi Aruk.

“Pos yang didirikan dalam rangka membantu warga yang mudik, karena warga Sambas kebanyakan bekerja di luar (Sambas) seperti dari Pekanbaru atau Riau. Termasuk mereka yang menjadi TKI di Malaysia,” kata Kompol Amri Yudi, saat memimpin Rakor Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan Idul Fitri 2016 Polres Sambas.

Pos yang ada, akan dimulai sejak H-7 hingga H+7 lebaran Idul Fitri. Untuk di Pos Terpadu di perbatasan Aruk. Akan dilibatkan bea Cukai, Imigrasi, Libas serta Karantina.

Selain itu, jajaran Polres Sambas telah berkoordinasi dengan pihak-pihak kontraktor yang masih melakukan pengerjaan jalan maupun jembatan. Dengan harapan, aktivitas yang dilakukan, tak sampai mengganggu lalu lintas dan masyarakat yang sedang mudik.

“Kita juga sudah koordinasi dengan kontraktor, untuk memperhatikan keramaian masyarakat saat melaksanaan aktivitasnya saat puncak arus mudik agar tak mengganggu,” katanya.

Para kontraktor diminta juga untuk menyiagakan alat berat di lokasi pekerjaan. Hal ini sebagai langkah antisipasi jika ada kerusakan atau gangguan dari pelaksanaan pengerjaan jalan.

“Kemudian menyeterilkan material bangunan yang masih ada di bahu jalan. Kalau nanti dibiarkan kita khawatir bisa mengganggu aktivitas mudik warga,” katanya.

Wakapolres Sambas juga menegaskan dalam Rakor Lintar Sektoral dalam rangka Ramadniya 2016. Bagaimana menyatukan visi dalam rangka memberikan rasa aman saat idul fitri dengan berbagai pihak terkait lainnya, baik itu Pemkab Sambas, Dishub, Satpol PP, Basarnas, Pemadam Kebakaran, Pramuka, TNI serta unsur masyarakat.

Staf PT Brantas, Andi mengatakan pihaknya saat ini sedang focus menyelesaikan jembatan darurat di Pemangkat (depan masjid Ataqwa). Dan direncanakan jembatan darurat tersebut bisa digunakan masyarakat per 1 Juli 2016.

“Jembatan utamanya akan dikerjakan usai lebaran, jadi sekarang ini jembatan darurat kita buat agar bisa digunakan masyarakat,” kata Andi.

Nantinya, pihaknya akan menyiapkan alat berat di sekitar lokasi pekerjaan. Sebagai upaya antisipasi kalau ada kerusakan. Termasuk proyek Brantas yang ada di Galing, juga dilakukan hal sama.

“Kita akan siapkan rambu-rambu, dan secepatnya akan dipasang,” katanya. Pembersihan material bangunan proyek. Mulai Rabu, mulai dilakukan pembersihan. Kemudian menyiapkan personil pengatur lalu lintas di lokasi.(fah)

Berita Terkait