Buat Kali Pertama, Digunakan untuk Salat Iduladha

Buat Kali Pertama, Digunakan untuk Salat Iduladha

  Sabtu, 10 September 2016 09:40
BERSIH-BERSIH: Persiapan untuk salat Iduladha pada 12 Setember mendatang, sejumlah pihak menggelar gotong royong, membersihkan bagian dalam masjid di Masjid Agung Oesman Al-Khair. (inset) Masjid Agung Oesman Al-Khair Sukadana.

Berita Terkait

SUKADANA – Proses pengerjaan Masjid Agung Oesman Al-Khair, di Kecamatan Sukadana, hampir rampung. Masjid tersebut akan digunakan untuk menunaikan salat berjemaah Iduladha pada 12 September mendatang.

 
Guna mempersiapkan hal tersebut, terlihat beberapa pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara, bersama pelajar, masyarakat, organisasi, maupun komunitas, menggelar gotong royong dengan membersihkan bagian dalam Masjid, Jumat (9/8) pagi.  

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, bagunan masid yang berdiri di atas permukaan air tersebut direncanakan akan diresmikan Presiden Jokowi Dodo. Presiden rencananya akan meresmikan keberadaannya bertepatan dengan acara puncak Sail Selat Karimata di Kabupaten Kayong Utara. Namun mengingat tidak lama lagi merayakan Iduladha, Masjid Agung Oesman Al-Khair direncanakan akan digunakan untuk salat Id, buat kali pertama. Tidak menutup kemungkinan, ibadah tersebut akan dihadiri Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Oedang (OSO), yang merupakan putra daerah kebanggaan Kabupaten Kayong Utara

“Secara resmi nanti Insyaallah, masjid kebanggaan kita akan diresmikan oleh bapak kita, Jokowi, tanggal 15 (Oktober), pada saat bertepatan dengan acara puncak Sail. Mendahului, sebelum diresmikan Pak Jokowi, karena momen Iduladha yang lebih dulu, kita mencoba mengajak seluruh umat muslim, nanti kita bersama-sama salat di masjid ini, dan juga nanti Insyaallah datang tokoh kita, (tokoh) Kalbar, khususnya di Kayong Utara, Bapak Oesman Sapta, yang Insyaallah salat bersama-sama kita,” ungkap asisten I Setda Kabupaten Kayong Utara, Syarif Muzahar, di sela-sela kesibukannya pada gotong royong dalam membersihkan Masjid Agung Oesman Al-Khair, Jumat (9/9) pagi.

Muzahar menilai saat ini rasa gotong royong yang menjadi sebuah budaya negara ini sudah mulai pudar. Padahal, rasa gotong royong tersebut, menurut dia, merupakan hal positif yang harus tetap dijaga dan jangan sampai hilang. Untuk itu, Muzahar mengimbau agar masyarakat dapat menghidupkan kembali rasa gotong royong, khususnya di Kabupaten Kayong Utara. 

“Kita mengimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah masing-masing, agar sikaf gotong royong ini dapat dikembalikan. Dan memang selama ini gotong royong sulit dimunculkan,” akunya.

Kepada masyarakat ia berharap untuk tidak berpangku tangan kepada pemerintah daerah, dalam menjaga lingkungan mereka masing-masing. Karena, menurut dia, tidak mungkin pemerintah dapat menangani semua. Menjelang Sail Selat Karimata, diharapakan dia, agar warga Kayong Utara dapat berpartisipasi dalam menyukseskan acara Sail Selat Karimata yang akan dilangsungkan pada 15 Oktober mendatang.

“Memang hari ini (kemarin, Red) kita mengajak masyarakat, pelajar, SKPD, untuk mengembalikan semangat gotong royong. Yang mana ini merupakan ciri khas kita di Indonesia. Apalagi tidak lama lagi Sail Selat Karimata, jadi keterlibatan masyarakat sangat di harapkan,” sambungnya.

Sementara itu, tak dipungkiri dia, memang ada hal-hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Namun, dia juga mengungkapkan, ada hal-hal yang harus dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Paling tidak, dia berharap untuk kebersihan di lingkungan warga masing-masing .“Karena tidak mungkin harus pemerintah yang menangani hal itu juga. Untuk itu mari kita bersama-sama untuk meningkatkan semangat gotong royong,” sarannya. (dan)

 

Berita Terkait