Buang Sampah Warga Tiongkok Ditipiring

Buang Sampah Warga Tiongkok Ditipiring

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:32
BERDEBAT: Tiga warga negara asing asal Tiongkok dan seorang penterjemah terlibat dalam pedebatan dengan petugas Sat Pol PP di Kantor Pol PP Kota Pontianak, Selasa (25/10). Ketiga warga asing tersebut diamankan kerena melanggaran ketertiban umum. (ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST)

Berita Terkait

PONTIANAK - Tiga warga Tiongkok bersama seorang penerjemah diamankan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak di sebuah rumah di Jalan Tabrani Ahmad komplek Duta Marta No. 34, Kecamatan Pontianak Barat, Selasa (25/10).

Mereka disangkakan pasal 13 Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 03 tahun 2004 tentang Ketertiban Umum. 

Kepala Satuan Pol PP Kota Pontianak Syarifah Adriana memgungkapkan, ketiga warga Tiongkok bersama seorang penerjemah atas nama Then Tet Lie (WNI), terpaksa diamankan setelah pihak Pol PP menerima laporan dari masyarakat tempat mereka tinggal. Ketiga warga Tiongkok itu dan Then Tet Lie, selaku pemilik rumah sering terlihat membuang sampah sembarangan, sehingga meresahkan masyarakat.

Atas laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan ke lapangan. Setelah dicek ternyata benar. 

"Ternyata benar. Mereka diketahui membuang sampah sembarangan," kata Adriana ditemui di kantornya, kemarin.

Kemudian, ketiga warga Tiongkok dan seorang WNI itu digiring ke Kantor Pol PP untuk dimintai keterangan lebih intensif. Namun sebelumnya, pihak Pol PP telah berkoordinasi dengan pihak RT setempat dan Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak. 

Menurut Syarifah, berdasarkan koordinasi dengan pihak Imigrasi maupun ketua RT setempat, mereka belum melapor. Padahal setiap orang (pendatang) wajib lapor pihak RT 2x24 jam sebagaimana dimaksud pasal 22 huruf A, Perda Kota Pontianak No. 15 tahun 2005 tentang perubahan pertama Perda nomor 3 tahun 2004 tentang Ketertiban Umum 

"Karena melanggar Perda Ketertiban Umum, maka yang bersangkutan akan kami ajukan ke pengadilan untuk tipiring," tegasnya.

Sementara itu Then Tet Lie, selaku penerjemah sekaligus penanggungjawab atas ketiga WNA tersebut mengaku bahwa ketiga warga Tiongkok baru tiba ke Pontianak pada 22 Oktober 2016. Setibanya di Pontianak, mereka pergi ke Singkawang dan baru datang kembali ke Pontianak pada Senin, 24 Oktober 2016.

"Jadi baru kemarin mereka tiba dan menginap di rumah saya. Belum sempat melapor. Pas mau melapor, sudah diangkut Sat Pol PP," kata pria kelahiran Singkawang, 22 Agustus 1968 itu.

Terkait dengan tuduhan membuang sampah sembarangan, pihaknya tidak membantah. Hanya saya, terpaksa hal itu dilakukan, karena petugas kebersihan lingkungan yang biasa mengambil sampah belum datang.    

Menurut Then Tet Lie, keberadaan ketiga warga Tiongkok tersebut ke Indonesia untuk kunjungan wisata dan kunjungan keluarga. 

"Mereka berkunjung saja," katanya singkat.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Seksi Pengawas Penindak Keimigrasian (Wasdakim) Ujang Cahya mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, ketiga warga Tiongkok tersebut tidak melanggar keimigrasian. Menurutnya, ketiganya memiliki kelengkapan dokumen.    

"Tidak ada pelanggaran keimigrasian. Paspor dan visanya lengkap," bebernya.   

Menurut Ujang, mereka diamankan karena berdasarkan laporan masyarakat sering membuat gaduh dan membuang sampah sembarangan. 

"Namun untuk keimigrasian, mereka tidak melanggar," katanya lagi.

Sementara dari pantauan Pontianak Post di lapangan, sempat terjadi ketegangan antara warga Tiongkok dengan petugas Sat Pol PP. Bahkan warga Tiongkok tersebut mengancam akan melaporkan ke Kedutaan Besar Tiongkok. (arf) 

Berita Terkait