BSI Gelar Seminar Etika Cyber

BSI Gelar Seminar Etika Cyber

  Kamis, 14 April 2016 09:33
KEJAHATAN SIBER: BSI Pontianak menggelar seminar terkait kejahatan di dunia siber dan penyalahgunaan media sosial.ISTIMEWA

Bijak Menggunakan Media Sosial

PONTIANAK - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) AMIK BSI Pontianak bekerjasama dengan Direktorat Reskrimsus Polda Kalimantan Barat menggelar Seminar Nasional bertajuk "IT, Ethics, Regulation, and Cyber" di Hotel Mercure, Jl Ahmad Yani, Pontianak, kemarin.

Seminar itu menghadirkan dua narasumber yaitu Prof Dr Ir Marsudi Wahyu Kisworo merupakan Praktisi IT juga Dosen dan Wadir Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Barat AKBP Winarto SH MH.

Winatro mengatakan sanksi pidana bagi pelaku cyber crime atau kejahatan menggunakan fasilitas komputer serta internet sudah menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Menurutnya kejahatan siber masih membayangi pengguna internet di Indoensia. Bahkan terkadang kejahatan ini hanya dilakukan sepele dan tanpa disadari telah dilakukan seseorang tanpa ada unsur kesengajaan.

Menurutnya UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) telah mengatur dengan tegas kejahatan cyber crime. “Untuk itu semua orang agar hati-hati memanfaatkan internet khususnya media sosial (medsos),” ujarnya. Menurutnya praktik yang melanggat UU ITE marak terjadi. Hanya saja untuk bentuk yang berupa hinaan atau hasutan dan kebencian memerlukan delik aduan.

Sementara itu Wahyudi menyebut internet adalah dua sisi mata uang. Fasilitas ini akan sangat bermanfaat bagi manusia bila digunakan sebagai mana mestinya. Tetapi IT bisa juga menjadi bumerang bagi yang suka bermain-main dan memanfaatkan untuk tindakan dan perbuatan negatif.

Dia menyoroti aktivitas di media sosial. Menurutnya etika di media sosial layaknya di kehidupan nyata. “Seperti menghina orang di dunia nyata tak diperbolehkan. Hal ini juga berlaku di dunia maya perbuatan seperti itu juga dilarang. Bila tetap dilakukan, maka pihak yang dirugikan bisa mengadukan dan masuk ke perbuatan pidana,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LPPM AMIK BSI Pontianak, Lisnawanty menuturkan, perkembangan Information Techonology (IT) saat ini sangat masuk dalam lini kehidupan manusia. Selain membawa dampak positif terdapat pula dampak negatif yang mengarah kriminalitas yang memanfaatkan dunia IT. Sehingga tren kejahatan dunia maya (cyber crime) secara global semakin canggih.

"Awalnya, kejahatan di dunia maya lebih banyak untuk kesenangan pribadi, seperti aktualisasi seorang peretas. Namun sekarang, telah digunakan untuk mendapatkan keuntungan ekonomis yang bertentangan dengan hukum. Sehingga hal ini perlu penanganan dan perhatian khusus," ucapnya.

Berangkat dari hal itu, katanya, BSI sebagai salah satu kampus IT merasa perlunya sosialisasi dan memberikan pemahaman mengenai cyber crime kepada masyarakat. (ars)