Brno Bisa Manjakan Ducati

Brno Bisa Manjakan Ducati

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:30
DEPAN: Pembalap Ducati asal Italia Andrea Iannone (dua dari kanan) saat berada di posisi terdepan pada balapan di Spielberg, Austria (14/8). JOE KLAMAR / AFP

Berita Terkait

SPIELBERG--Kemenangan dan dominasi Ducati di sirkuit Red Bull Ring, Austria Minggu (14/8) membangun pola kekuatan motor Desmosedici di sirkuit-sirkuit tertentu. Trek cepat, tak banyak tikungan pelan, dan didominasi trek lurus. Karakter hampir sama dimiliki sikruit Brno, Republik Ceko yang bakal menjadi tuan rimah balapan MotoGP akhir pekan ini.

Ada lima trek lurus di sirkuit sepanjang 5,403 kilometer tersebut. Sebagian besar dari 15 tikungan yang ada bisa dilewati dengan gigi 2-3. Hanya di sektor dua pembalap kemungkinan baru perlu menggunakan gigi satu. Sedangkan karakter sirkuit stop and go serta akselerasi di gigi bawah adalah kekuatan utama Ducati.

Setelah pembuktian besar di Red Bull Ring Minggu lalu, kini Ducati tak lagi hanya menjadi pelengkap dalam pertarungan Yamaha dan Honda di barisan terdepan. Mereka kini menjadi ancaman yang nyata. Namun pembuktian kedua masih harus ditunjukkan lagi akhir pekan ini.

''Tentang pembalap terdepan hari ini (di Austria, duo rider Ducati Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso), aku rasa mereka juga akan sangat kuat di Brno,'' aku juara dunia MotoGP tujuh musim Valentino Rossi dilansir MotoGP.com. ''Mereka selalu cepat dan di sana banyak sekali trek lurusnya. Jadi kami harus mewaspadai mereka,'' imbuhnya.  

Ducati pernah memenangi balapan di Brno. Sekali, ketika Desmosedici masih ditunggangi legenda mereka Casey Stoner. Yakni pada 2007. Rider Australia itu memulai balapan dari pole position dan terus memimpin pertarungan sampai garis finis.

Stoner menjadi salah satu orang yang berpesta di Red Bull Ring dua hari lalu. Tak bisa dimungkiri dia juga punya peran besar dalam pengembangan motor yang ditunggangi duo Andrea musim ini. Sejak akhir musim lalu, bersama Michele Pirro juara dunia MotoGP dua kali itu melakukan serangkaian uji coba dan memberi banyak masukan untuk membangun GP16 semakin baik.

Stoner bahkan ditawari Ducati untuk turun di Austria mengambil jatah wild card. Namun suami Andrea itu menolak dan Ducati memberikan jatah tersebut kepada Pirro. Padahal Stoner selalu cepat di uji coba Austria, bersaing dengan Dovizioso dan Iannone. Bisa dibayangkan jika Stoner memutuskan turun di Red Bull Ring. Bisa jadi tak ada sisa podium bagi Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) di tempat ketiga.

Stoner yang menyaksikan langsung balapan Austria di garasi Ducati bersama mantan juara dunia lima kali Mick Doohan percaya kemenangan tersebut akan ikut dibawa ke trek-trek lain di sisa musim ini. Termasuk yang paling dekat di Brno. ''Kami memanfaatkan kelebihan kecepatan yang kami punya dan mempertahankannya saat melibas tikungan. Aku rasa itu paket (motor) yang hebat,'' ucapnya.

Tentang paket motor Desmosedici GP16, Stoner menyebut bahwa kemajuan terjadi sangat cepat di beberapa ronde terakhir. Meskipun sejak seri pertama musim ini, menurutnya, Ducati selalu punya peluang bagus untuk mengancam Yamaha dan Honda. ''Kami benar-benar sedang memulai penyempurnaan seluruh paket motor ini sekarang. Aku rasa kami mulai mengancam mereka yang ada di depan,'' yakinnya.

Finis 1-2 di Austria mengerek posisi Iannone dan Dovizioso di klasemen pembalap ke peringat 6-7 secara berurutan. Keduanya tak mendapatkan poin di empat balapan. Dan dengan kemenangan pertama tersebut Direktur Sport  Ducati Paolo Ciabatti berharap akan menjadi momentum bagi Ducati untuk lebih kompetitif di delapan seri terakhir. ''Sekarang dengan pengembangan terbaru, motor kami bisa kompetitif di trek manapun.'' yakinnya dikutip Autosport.

Ducati berhak berpesta besar di Austria kemarin (14/8). Setelah melalui 100 balapan dan nyaris enam musim tanpa kemenangan, akhirnya tim pabrikan asal Italia itu sukses merebut victory perdananya dengan hasil gemilang.

Sejarah berhasil ditorehkan skuad merah. Justru oleh pembalap berangasan yang seringkali ceroboh di atas trek dan merugikan rider tim lain dan bahkan rekan setimnya sendiri. Dialah Andrea Iannone. Rider yang sudah dibuang dari Ducati karena mereka lebih memilih Dovizioso untuk menemani sang juara dunia Jorge Lorenzo musim depan.

Iannone menang dengan strategi pemilihan ban yang brilian. Ketika semua Alien dan sebagian besar rider top memilih memasang kombinasi ban medium-hard untuk depan dan belakang, rider 27 tahun tersebut nekat tampil agresif dengan memilih soft-medium.

Tentu pilihan tersebut awalnya dianggap nyeleneh. Lantaran dalam uji coba di trek yang sama bulan lalu motor Ducati dikabarkan paling boros ban dibandingkan para rivalnya. Di atas kertas pilihan ban Iannone memang akan menguntungkan dia di awal lomba. Karena peluangnya untuk melarikan diri dari lawan-lawan lainnya lebih besar. Ban berkompon lunak mudah panas dan cengkeramannya lebih kuat. Apalagi rider Italia itu membalap dari pole position. 

Namun risikonya, ban lebih lunak akan mengalami degradasi lebih cepat di tengah balapan. Ternyata kondisinya justru sebaliknya. 

Pilihan ban Iannone menjadi pas karena temperatur udara di Red Bull Ring memang cenderung dingin. Pada sesi latihan pertama Jumat suhu udara di trek hanya 18 derajat. Kemudian di sesi sore naik hingga 25 derajat celsius. Saat balapan kemarin suhu udara tercatat 10 derajat celsius, dengan perkiraan suhu trek 24-26 derajat celsius.

Keputusan itu kemudian mendapat penjelasan dari Iannone. ''Kemarin (Sabtu) aku menjajal dua kombinasi ban tersebut. Aku rasa ban hard mengalami degradasi sangat parah setelah 6-7 lap. Bagiku sulit sekali dikendalikan khusunya di sisi kanannya,'' jelasnya. Namun di FP4 Iannonen menjajal long run dengan ban lebih lunak. ''Aku bisa finis 22 lap dan tiga lap terakhirku (1 menit) 24, 2 detik, 23.9 detik, dan 23,9 detik. Aku rasa itu bagus,'' tandasnya. 

Bos Ducati Gigi Dall'Igna hanya duduk terdiam sepanjang lomba. Wajahnya sangat tegang. Matanya terus ditujukan ke layar televisi. Maklum dia sudah sering kecewa dengan hasil balapan, bahkan di saat ketika peluang naik podium 2-3 sudah di depan mata. Itu pernah terjadi di Argentina awal musim ini. Karena itu dia sama sekali belum bisa puas sebelum kedua pembalapnya melewati garis finis.

Begitu kemenangan 1-2 dipastikan, kegemparan terjadi di garasi Ducati. Semua orang saling berpelukan. Sebagian tak mampu menahan air mata. Iannone terlihat menggendong bosnya dengan penuh kebanggaan. ''Perasaan yang luar biasa. Sulit sekali menggambarkan emosiku. Kemenangan pertamaku bersama Ducati.Aku bekerja keras selama empat tahun bersama tim yang 100 persen mendukungku. Dan meskipun aku tidak akan bersama mereka lagi akhir musim nanti (pindah ke Suzuki) aku rasa ini adalah hadiah terbaik untuk mereka,'' ucapnya. ''Saat kembali ke garasi aku katakan pada timku dan Michelin bahwa ban ini lebih baik untuk balapan. Tapi mereka (Michelin) tak memercayaiku 100 persen. Dan hari ini (kemarin) mereka jadi percaya padaku,'' tandasnya.  

Kemenangan Ducati di Austria kemarin elah menghapus paceklik selama hampir enam musim. Kemenangan terakhir mereka diraih Casey Stoner di Phillips Island 2010 silam. Setelah Stoner hengkang ke Honda pada 2011, pabrikan Bologna itu ingin melanjutkan suksesnya dengan memboyong Rossi ke skuad mereka. Namun proyek mereka gagal, lantaran Desmosedici sama sekali tak cocok dengan gaya balap Rossi. Dua tahun bersama Ducati capaian terbaiknya hanyalah finis runner up.

Dengan perubahan regulasi ban dan ECU musim ini, Ducati sedikit diuntungkan ketimbang Yamaha dan Honda. Itu karena mereka sudah menggunakan ECU buatan Magnetti Mareli sejak dua musim terakhir. Sedangkan dua tim rivalnya harus beradaptasi dengan ECU baru. Maka pengembangan motor Ducati bisa fokus pada performa dan adaptasi ban baru.

Dan di Austria kemarin kerja keras mereka selama bertahun-tahun seperti mendapatkan hasil. Meski begitu, Ducati masih punya PR besar karena motor mereka hanya cocok di sirkuit dengan lay out sederhana itu. Pekan depan ketika balapan mengunjungi Brno, Republik Ceko pembuktian pertama bahwa paket motor mereka sudah bisa bersaing dengan Yamaha dan Honda dimulai. (cak)

 

Berita Terkait