BPSPL Pontianak Tanam 300 Ribu Mangrove

BPSPL Pontianak Tanam 300 Ribu Mangrove

  Rabu, 27 July 2016 09:30
Ketua Kelompok SPM Jumadi memperlihatkan bibit mangrove siap tanam. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Memperingati Hari Mangrove se Dunia 26 Juli ini, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, selaku Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan launching penanaman mangrove 300 ribu batang di tiga lokasi di pesisir Kalimantan Barat.

-------------------------------------

Di antaranya di Desa Setapuk Besar, kota Singkawang sebanyak 150 ribu batang, Kabupaten Mempawah 50 ribu batang dan di Kabupaten Bengkayang sebanyak 100 ribu batang.

Secara seremonial, launching penanaman mangrove yang dilaksanakan di Kelurahan Setapuk Besar, kota Singkawang diikuti oleh 250 orang yang terdiri dari SKPD terkait, pelajar, dan masyarakat setempat, serta dihadiri pula oleh Wakil Walikota Singkawang, H. Abdul Muthalib, Direktur Pendayagunaan Pesisir, Ditjen PRL, KKP Rido Miduk Sugandi Batubara, Kadis DKP Provinsi Kalimantan Barat, Gatot Rudiyono,  Kepala BPSPL Pontianak, Getreda Melsina Hehanussa sekaligus sebagai ketua panitia.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir, Ditjen PRL-KKP Rido Miduk Sugandi mengatakan, ada tiga poin penting yang harus diketahui oleh masyarakat. Di antaranya adalah pernyataan yang sering diungkapkan oleh Menteri KKP Susi Pudjiastuti tentang menjaga kedaulatan dari aktivitas illgal fishing.

Poin lainnya, adalah soal konservasi keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

“Ada tiga poin penting yang harus diketahui oleh masyarakat. Satu tentang menjaga kedaulatan, konservasi berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan dilakukan penanaman mangrove ini diharapkan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya,” katanya.

Namun yang lebih penting, lanjut Rido, mangrove juga memiliki fungsi sebagai tempat penelitian dan edukasi (pendidikan) bagi pelajar.

“Seperti yang kita ketahui, selain memiliki fungsi penting, mangrove juga sangat bermanfaat. Contoh sebagai tempat penelitian dan pendidikan,” paparnya.

Dalam ksempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat Gatot Rudiyono memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPSPL Pontianak yang telah melakukan terobosan dengan menanam 300 ribu batang mangrove di pesisir Kalimantan Barat.

Menurut Gatot, saat ini pesisir di Kalimantan Barat mengalami kerusakan yang cukup parah, diantaranya disebabkan oleh ulah tangan jahil manusia maupun faktor alam seperti abrasi air laut.    

Mangrove, kata Gatot memiliki fungsi daya tangkal dari gerusan air laut. Menurut Gatot, banyak daerah pesisir di Pulau Jawa yang mengalami kerusakan sangat parah. Ia mencontohkan Semarang. Menurutnya, saat ini tanah di Semarang mengalami penurunan sehingga saat air laut pasang maka air laut akan membanjiri daratan.

“Kalau orang sini (kalbar) disebut air rob,” jelasnya.

Yang terjadi, lanjut Gatot, untuk mencegah terjadinya abrasi dibangun breaking water atau pemecah gelombang laut. Padahal, kata Gatot, breaking water memiliki fungsi yang sama dengan pohon mangrove.

Fungsi lain, mangrove juga berfungsi menyerap karbon diogsida untuk menyerap racun. Selain itu, mangrove berfungsi sebagai pemijahan ekosistem laut, seperti ikan, udang dan kepiting.

Sementara itu  Wakil Walikota Singkawang, H. Abdul Muthalib mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dengan pihak BPSPL Pontianak yang telah menanam 150 ribu batang mangrove di pesisir Singkawang. Ia berharap mangrove mangrove yang telah ditanam bisa memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.  

Dalam ksempatan itu Direktur Pendayagunaan Pesisir, Ditjen PRL-KKP Rido Miduk Sugandi menyerahkan plakat kepada KMP Wahana Bahari, KM Bakau II, KM Laut Pesisir, KM Karang Asri Mangrove, KM Surya Perdana Mandiri sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kerjasamanya dalam rehabilitasi mangrove.

Kemudian penyerahan bibit mangrove secara simbolis oleh Direktur Pendayagunaan Pesisir kepada Wakil Walikota yang selanjutnya diserahkan kepada Pokmas. Simbolis penanaman mangrove dilakukan oleh wakil walikota SIngkawang, kadis DKP provinsi Kalimantan Barat, kepala BPSPL Pontianak dan perwakilan dari seluruh undangan.

Simbolis penanaman mangrove dilaksanakan dengan mengajak para tamu undangan untuk terjun langsung ke lokasi penanaman dan menanam bibit mangrove yang telah disediakan. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk penyadartahuan masyarakat untuk ikut aktif menjaga dan menumbuhkan mangrove.

Rehabilitasi Kawasan Pesisir – Kegiatan Prioritas KKP Tahun 2016. Salah satu ekosistem di wilayah pesisir yang rentan mengalami kerusakan adalah mangrove. Di provinsi Kalimantan Barat luas mangrove dalam kondisi baik sebesar 39.671, 10 ha, kondisi sedang 80.351, 50 Ha dan kondisi rusak 5.992, 20 Ha

Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari kegiatan prioritas KKP di tahun 2016 sebanyak 4 juta batang. BPSPL Pontianak melakukan penanaman mangrove sebanyak 300 ribu batang yang terbagi dalam di 3 Kab/kota yaitu, 150 ribu di kota Singkawang, 100 ribu di Kabupaten Bengkayang dan 50 ribu di kabupaten Mempawah. (Arief Nugroho)

PLAKAT: Direktur Pendayagunaan Pesisir, Ditjen PRL-KKP Rido Miduk Sugandi memberikan plakat ke kelompok rehabilitasi mangrove di pesisir Kalbar. 

Berita Terkait