BPS Rekrut 339 Pencacah Sensus Ekonomi

BPS Rekrut 339 Pencacah Sensus Ekonomi

  Selasa, 26 January 2016 10:46
FORM PENDATAAN: Ahmad Badar memperlihatkan from pendataan petugas pada Sensus Ekonomi 2016 di ruang kerjanya, kemarin. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sambas Ahmad Badar mengatakan dalam waktu dekat akan digelar sensus ekonomi. Bahkan saat ini pihaknya tengah melakukan rekruitmen pencacah dan petugas pengawas.

"Kita akan merektrut 339 petugas sensus yang terdiri pencacah lapangan (sebanyak) 250 orang dan pengawas lapangan, 89 orang. Mereka dikontrak sebulan dan diutamakan orang tempatan," ungkapnya.Dalam realisasinya, kata Badar, satu orang pengawas akan membawahi tiga orang pencacah lapangan. Dijelaskan dia bahwa tugas pencacah adalah untuk pendataan pelaku usaha. Selanjutkan, dia menambahkan, akan ada lagi sensus ekonomi dengan petugas baru yang sasaran pelaku ekonomi dengan pertanyaan lebih rinci. 

"Karena data pelaku usaha sudah didapat, selanjutnya kita lakukan sensus kembali dengan data yang lebih lengkap, di mana dalam sensus nanti kita bisa langsung mengambil seluruh data pelaku usaha secara riil," ungkapnya.Sensus ekonomi ini, kata Badar, dimaksudkan untuk memperoleh data dasar dari unit usaha atau perusahaan menurut wilayah, lapangan usaha, maupun skala usaha, termasuk badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki usaha, seperti Pertamina, Pegadaian, Kantor Pos, PDAM, PLN, dan sektor ekonomi lainnya, kecuali sektor pertanian. "Sensus ini merupakan kegiatan pendataan lengkap atas seluruh unit usaha atau perusahaan, dan seluruh informasi yang dikumpulkan bermanfaat untuk mengetahui gambaran tentang performa dan struktur ekonomi," ujarnya.

Sedangkan cakupan usaha meliputi pertambangan, industri pengolahan, pengadaan listrik, gas, atau uap panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan air limbah, daur ulang sampah dan aktivitas remediasi, pengelolahan kontruksi, pendagangan besar dan eceran, pengangkutan dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estate, dan aktivitas profesional, ilmiah dan teknis.

Sesuai jadwal, dijelaskan dia bahwa pelatihan petugas sensus akan dimulai pada Maret hingga April 2016. Setelah itu, dia menambahkan, pelatihan untuk pencacahan dan pengawas pada Mei 2016. Sebelum melaksanakan tugas, ujarnya, para petugas ini akan diberikan pelatihan oleh instruktur daerah (Inda), dan secara berjenjang petugas Inda ini telah mendapatkan pelatihan dan bimbingan teknis dari instruktur nasional (Innas). Sedangkan Innas, menurut dia, mendapat pelatihan dari instruktur utama (Intama). "Pelaksanaan sensus ekonomi dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun sekali, dan sensus ini adalah sensus keempat sejak dimulai tahun 1986, 1996, dan 2006 lalu," jelasnya. 

Tujuan umum dilaksanakannya sensus ekonomi, menurut dia, adalah untuk mengumpulkan dan menyajikan data dasar kegiatan ekonomi. Landasannya, menurut dia, adalah untuk penyusunan kebijakan, perencanaan, dan evaluasi pembangunan. Sedangkan tujuan khusus, dipertegas dia kembali, adalah untuk memberikan gambaran lengkap level dan struktur ekonomi, memperoleh informasi dasar sektor ekonomi, mengetahui karakteristik usaha di Indonesia, dan mengetahui dasa saing bisnis di Indonesia.

Diharapkan dia agar sensus ekonomi dapat menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan. Dia berharap ketika dimulainya sensus oleh petugas, para pelaku ekonomi tidak kaget dan bersedia menyediakan data kepada petugas. Karena, diakui dia, sensus ekonomi bisa dibilang paling sulit, terutama neraca keuangan. Oleh karena itu, Badar meminta agar pelaku ekonomi dapat memudahkan proses sensus ekonomi, sehingga pelaku ekonomi membantu petugas pencacah."Untuk diketahui, responden tidak dipungut biaya, kerahasiaan data dilindungi UU Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan tidak ada kaitannya dengan pajak," bebernya. (har)

 

Berita Terkait