Bos SOT Diduga Bawa Kabur Rp17 Miliar

Bos SOT Diduga Bawa Kabur Rp17 Miliar

  Selasa, 2 Agustus 2016 10:01

Berita Terkait

MEMPAWAH - Sejak ingkar janji pada tanggal 22 Juli lalu, Bos SOT, MH dan para leader raib ditelan bumi. Nasabah pun dibuat geram dengan ulah pengurus investasi bodong itu. Berbagai cara dilakukan nasabah untuk mengungkap keberadaannya. Termasuk membuat sayembara dengan hadiah ratusan juta rupiah.

 
Dari pantauan koran ini, sayembara Bos SOT dan leadernya itu disebarkan melalui media sosial sejak Minggu (31/7) malam. Sayembara tersebut diposting oleh akun Facebook, Federico Mahora di grup Pontianak Info. Dia mengaku kecewa dengan sikap MH dan para leader yang membawa kabur nasabah diduga besarannya mencapai angka belasan milyar rupiah.

Dikutip dari laman akun Facebook Federico, sayembara itu diawali dengan ungkapan kekecewaannya lantaran tidak ada tindaklanjut dari  pihak SOT untuk mengembalikan modal para nasabah. Nasabah pun merasa dibohongi dengan janji-janji pengembalian modal yang tak kunjung direalisasikan.

Selanjutnya, Federico menyebutkan tiga nama yang masuk dalam daftar buruannya itu. Pertama, Bos SOT, MH. Asal Mempawah, ciri-ciri rambut pirang dan bibir dower. Punya show room di Siantan, keluar masuk tidur di hotel. Mobil Agya warna hitam putih dan motor Ninja merah hijau. Mengontrak rumah di Jalan Karet dan Bali Agung.

Nama kedua yakni, Istri MH, AG. Ciri-cirinya, punya tahi lalat di dagu, suka pamer harta yang bukan miliknya di media sosial dan mulutnya seperti knalpot bocor. Selanjutnya, ML alias Men, asal Mempawah. Anak buah MH, pegawai di Ketapang sekarang sudah tidak aktif karena melarikan diri. Tempat tinggalnya di Griya Pesona 3.

Ketiga nama ini disebut Federico telah melarikan uang nasabah SOT yang berada diwilayah Mempawah, Singkawang, Pontianak, Ketapang dan provinsi lainnya. Dengan jumlah nasabah sekitar 10 ribu member, uang yang dibawa lari diperkirakan sebesar Rp17 miliar.

Masih menurut Federico, uang sebesar Rp 17 miliar itu digunakan oleh MH dan konconya untuk membayar bekingan, berfoya-foya, membeli harta benda termasuk perhiasan emas dan berlian. Bagi yang menemukan nama-nama diatas maka bisa menghubungi kontak person 083151222433.

“Bagi yang menemukannya saya akan beri hadiah uang sebesar puluhan bahkan ratusan juta,” tulis Federico sembari melampirkan beberapa foto MH, AG dan ML didalam postingan sayembaranya itu.

Kasus investasi bodong SOT sendiri telah memasuki ranah hukum. Polres Mempawah saat ini telah memulai proses hukum setelah dua nasabah secara resmi membuat laporan polisi pada Jumat (22/7) lalu. Proses hukum menjadi alternatif terakhir bagi nasabah setelah Bos SOT, MH mengingkari janji pengembalian modal para nasabah.

“Dalam proses penanganan perkara ini (SOT), tolong awasi kinerja kepolisian. Apakah sudah benar berada di jalur hukum atau tidak,” tegas Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono, S.Ik di Mapolres Mempawah ketika menemui nasabah SOT.

Kapolres mengaku pihaknya tidak bekerja sendirian dalam menyelesaikan kasus SOT. Jajarannya akan berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Barat hingga Mabes Polri. Sebab, pihaknya membutuhkan dukungan peralatan yang canggih untuk mengakses sejumlah data terkait aliran dana SOT tersebut.

“Kita akan buka data-data yang berkaitan dengan SOT ini. Misalnya jumlah rekening Bos SOT, MH, data transaksi uang dan data lainnya. Sehingga bisa kita telusuri kemana saja uang SOT ini mengalir dan digunakan untuk keperluan apa saja,” terang Kapolres.

Ditempat terpisah, Kapolres, AKBP Dedi Agustono, S.Ik melalui Kabag Ops Kompol Andi Oddang kepada wartawan mengungkapkan pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam kasus SOT  akan dijerat dengan pasal penipuan dan penggelapan Jo pasal 64.

“Kemudian, kita akan melihat hasil kerja tim recovery aset. Jika memang unsur-unsur terpenuhi maka kemungkinan juga akan dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” tuturnya.

Jika kasus SOT dikenakan pasal TPPU, maka seluruh aset yang dibeli dengan aliran dana SOT akan disita oleh kepolisian. Termasuk pula, dana-dana yang telah dialirkan dalam bentuk profit kepada para nasabah SOT itu sendiri. Artinya, para nasabah pun harus bersiap mengembalikan uang atau aset yang bersumber dari hasil SOT. Polisi pun harus kerja keras menelusuri aset-aset dari para nasabah SOT yang tidak hanya berada di Kabupaten Mempawah dan Kalbar saja, melainkan wilayah lainnya di Indonesia.

“Tim recovery aset yang nantinya akan melakukan penelusuran dan mengumpulkan aset-aset yang bersumber dari aliran dana SOT. Setelah ditemukan, kita upayakan agar aset disita untuk kepentingan penyelidikan,” tegasnya.(wah)

Berita Terkait