Borneo Extravaganza 2015 di Bandung, Promosikan Budaya Dayak dan Melayu

Borneo Extravaganza 2015 di Bandung, Promosikan Budaya Dayak dan Melayu

  Selasa, 1 December 2015 09:25
TAMPIL MEMUKAU: Tampilan tarian budaya Dayak dan Melayu dalam Borneo Extravaganza 2015 di Atrium Bandung Indah Plaza, 27 – 29 November, berhasil memukau para pengunjung perhelatan tersebut. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Kabupaten Ketapang turut menyemarakkan pameran pariwisata Borneo Extrvaganza 2015. Mereka menyuguhkan atraksi seni berupa tarian budaya Dayak, Melayu, dan kreasi dalam mempromosikan potensi pariwisata yang beraneka macam di Bumi Ale-ale.

Lantunan mendayu musik khas Melayu dan Dayak, diiringi gemulai para penari bujang dan dare Ketapang, memukau para pengunjung yang memenuhi area pameran di Atrium Bandung Indah Plaza selama tiga hari (27 – 29 November). Even tahunan yang diselenggarakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bekerja sama dengan lima Pemerintah Provinsi (Pemprov) se-Kalimantan, menyediakan booth utama yang diisi produk unggulan dari lima provinsi se-Kalimantan. Lima provinsi yang dimaksud yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pemasaran Parawisata Kalbar Teresia Widiastuti SE MA MEc mengatakan jika pameran Pariwisata Borneo Extrvaganza 2015 yang disponsori oleh Kementerian Parawisata, yang digelar setiap tahun untuk mempromosikan Kalimantan. "Kabupaten Ketapang tahun ini ikut berpartisipasi dengan menampilkan tarian kesenian Dayak, Melayu, dan kreasi," terangnya.

Kementerian Pariwisata, yang diwakili asisten Deputi Pengembangan Pasar Personal, Raseno Arya SE MM, membuka secara resmi Pameran Pariwisata Borneo Extrvaganza 2015 tersebut. Dikatakan dia jika pameran tersebut sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata Kalimantan, dalam mendukung pesona Indonesia untuk mencapai target 275 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2019.

Kementrian Pariwisata, menurut dia,  menilai penyelenggaraan Pameran Pariwisata  Borneo Extrvaganza 2015 tersebut momentumnya sangat tepat, karena mendekati musim liburan panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2016. Lonjakan perjalan wisnus terjadi  pada musim liburan sekolah, liburan Hari Raya Lebaran, Imlek, Natal, dan Tahun Baru, serta weekend dan long weekend. Dipilihnya Kota Bandung sebagai tempat penyelenggaraan pameran, juga sangat tepat karena Bandung merupakan sumber wisnus. 

 “Bandung merupakan pusat pariwisata Jawa Barat yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisnus. Banyak penerbangan langsung dari Bandung ke Kalimantan, sehingga memudahkan aksesibilitas bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kalimantan,” kata Raseno.

Dia menjelaskan lebih lanjut jika wisnus merupakan kekuatan pariwisata nasional. Setiap tahun, diungkapkan dia, jumlah wisnus terus meningkat. Disebutkan dia bila tahun ini wisnus yang mengadakan perjalanan sebanyak 255 juta, dengan pengeluaran sekitar Rp201,5 triliun, maka dalam lima tahun ke depan akan menjadi 275 juta perjalanan, dengan pengeluaran dua kali lipat lebih besar dibandingkan perolehan  devisa dari wisman.

“Sektor pariwisata harus menjadi leading sector dalam pembangunan perekonomian nasional. Presiden Joko Widodo telah  memberi target dalam lima tahun ke depan (agar) pariwisata harus tumbuh dua kali lipat  dari capaian tahun ini. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi 8 persen, devisa pariwisata sebesar Rp280 triliun, serta menciptakan 13 juta lapangan kerja. Dalam lima tahun ke depan jumlah kunjungan wisman menjadi 20 juta, perjalanan wisnus sebanyak 275 juta,  dan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global akan berada di rangking 30 dunia dari posisi sekarang berada di rangking 50 dari 141 negara,” tegas Raseno. (afi/ser)

 

Berita Terkait