Bocah Tujuh Bulan, Tewas Dibacok Ayah Sendiri

Bocah Tujuh Bulan, Tewas Dibacok Ayah Sendiri

  Selasa, 9 Agustus 2016 09:31
KRITIS: Painem, sang isteri yang berusaha menyelamatkan putranya dalam kondisi kritis. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Riani, bocah 7 bulan warga TR 30 Dusun Banyumanik, Rt 11 Rw 5, Desa Sungai Radak 1, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya tewas mengenaskan, Minggu (7/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Bocah malang itu meninggal dunia akibat tebasan senjata tajam (sajam) pada bagian punggung belakang.

 
Polisi menduga, pelaku tak lain bapaknya sendiri, Rianto, 36. Tak hanya membunuh darah dagingnya, Rianto juga menganiaya istrinya, Painem, 32. Entah setan apa yang merasuki pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu hingga tega merenggut nyawa anak dan melukai wanita yang telah mendampinginya mengarungi bahtera rumah tangga itu. Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono, S.Ik melalui Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Prayitno, SH membenarkan telah terjadi kasus pembunuhan dan penganiayaan diwilayah hukumnya itu. 

Belum diketahui secara detail alasan pelaku tega menghabisi nyawa anak dan melukai istrinya. Sebab, saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri usai melakukan tindak kriminalitas tersebut. 

Namun, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengungkapkan korban meninggal akibat luka tebasan sajam pada bagian punggung belakang. Bocah malang itu ditemukan sudah tak bernyawa dengan mengenakan kaos putih dan celana panjang pink di dapur rumahnya.

Tak jauh dari tubuh bocah itu, polisi juga mendapatkan ibu korban dengan posisi terlentang mengenakan piyama dan celana pendek putih. Korban saat ini dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif puskesmas setempat. Korban diketahui mengalami luka sayatan sajam disekujur tubuhnya.

 “Ibu korban yang juga istri pelaku mengalami luka berat. Empat jari pada tangan kiri putus, lengan kiri luka, bahu luka, wajah sebelah kiri luka sampai ke hidung. Korban masih  dalam penanganan medis Puskesmas Terantang,” ungkap Kasat.

Terkait senjata yang digunakan pelaku menghabisi nyawa anak dan menganiaya istrinya, Kasat mengaku belum mengetahui. Hanya saja, dilihat dari luka sayatan pada tubuh korban meninggal maupun korban kritis, kuat dugaan pelaku memakai sajam jenis parang.

 “Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Kini, tim sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sebab, setelah menganiaya istri dan menghabisi nyawa anaknya, si pelaku melarikan diri,” papar Prayitno.

Kasus pembunuhan dan penganiayaan itu pun menyebar luas dikalangan masyarakat baik di Kecamatan Terentang maupun media sosial. Mereka mengecam tindakan brutal pelaku yang tega membunuh bocah tak bersalah dan menganiaya istrinya sendiri. “Kejamnya,” komentar salah seorang netizen pengguna media sosial Facebook, Vicka.

Istri Dirawat

Sementara korban lain yang juga istri pelaku, Painem saat ini dirawat intensif di Ruang Perawatan ICU, RSUD Soedarso, Pontianak. Painem masih tak sadarkan diri di Ruang Perawatan ICU Soedarso.

Wanita 32 tahun ini mengalami luka berat akibat sabetan  parang yang dilakukan oleh suaminya sendiri, Minggu (7/8) malam. Empat jari ditangannya putus. Sementara lengan, bahu dan wajahnya juga terkena ayunan parang. Saat dikunjungi Pontianak Post di ruang perawatan, belum ada sanak keluarga yang menemaninya melewati masa kritis.

“Sudah sebulan ini, pasangan suami istri itu, tidak tinggal serumah. Informasinya sudah pisah ranjang satu bulan ini. Hanya saja belum diurus suratnya. Sudah tidak harmonis, saya juga kaget waktu ada informasi ini,” kata Kepala Desa Sui Radak I, Sumargi saat dihubungi Pontianak Post, Senin (8/8).

Pada saat kejadian, Sumargi sedang melepas lelah di rumah. Dia terkejut ketika ada warganya mengabarinya lewati telepon, jika ada warga yang melakukan kriminalisasi.

“Rumah saya kebetulan jauh dari tempat kejadian. Dapat kabar itu, saya langsung ke lokasi. Lihat masyarakat sudah ramai di sana. Suaminya, sudah melarikan diri,” sebut Sumargi.

Saat kejadian itu, Sumargi berusaha untuk mencari informasi. Namun, Korban kata dia, seorang tunawicara. Begitu juga dengan satu saudara lainnya. Saat melihat kondisi Painem mengkhawatirkan dengan sejumlah loka bacok, warga setempat berinisiatif merujuknya ke Pontianak dengan ditemani seoran perawat.

“Saat ini memang belum ada keluarga yang menemani korban. Saat ini, kami juga berusaha mencari pelaku yang informasi lari ke hutan,” katanya.

Luka bacokan Painem, didapat saat dia berusaha menyelamatkan bayinya, ketika suaminya itu mengayunkan sebilah parang. Naas bagi si Bayi, nyawanya melayang ditangan ayahnya sendiri.

Kapolsek Terentang, Iptu Buchori mengatakan sebelum tersangka melepaskan niat jahatnya. Dari mulutnya sempat mengatakan sesuatu.

“Saya akan bunuh semuanya,” kata Kapolsek menirukan ucapan pelaku saat sebelum kejadian. Parang yang dibawanya sejak sebelum masuk ke rumah mertuanya itu, lantas diayunkan ke tubuh anaknya yang tenga tidur pulas.

“Setelah mengatakan itu, dia langsung  masuk ke rumah. Anaknya lagi tidur lansung di bacok,” terangnya. Painem berusaha mengalangi niat jahat suaminya. Dengan tenaga sedanya, dia berusaha menghalangi ayunan parang suaminya.

“Istrinya mencoba menghalangi, tapi juga dibacok. Anaknya meninggal di tempat. Sementara istrinya masih hidup. Sekarang dirawat di Soedarso,” ungkapnya.

Buchori belum bisa memastikan, apa penyebab dan motif pelaku berbuat keji terhadap anak dan istrinya. Setelah melakukan aksi jahatnya, pelaku lantas melarikan diri ke hutan. Polsek bekerjsama dengan Uni Lidik Polres Mempawah dan masyarakat saat ini tengah melakukan penyisiran di hutan sekitar Tempat kejadian. Namun sampai  saat ini, keberadaan pelaku masih belum ditemukan.

“Untuk sementara belum tau apa mofit pelaku. Karena korban yang masih hidup belum bisa diambil keterangan. Tersangka juga masih belum ketangkap. Dia lari ke hutan,” tukasnya. (gus/wah)

Berita Terkait