BNNP Putar Film Anti Narkoba di Sintang

BNNP Putar Film Anti Narkoba di Sintang

  Selasa, 24 November 2015 09:33

Berita Terkait

SOSIALISASI tentang  Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ditengah masyarakat terus digencarkan oleh Badan Nasioanal Narkotika Provinsi Kalimantan Barat (BNNP). Kali ini BNNP melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat dengan menggelar pemutaran Film Anti Narkoba di Kabupaten Sintang, Jumat (20/11). Pemutaran film yang difokuskan di dua lokasi, yaitu Terminal 9 dan di Lapangan Sepak Bola Keluarahan Ulak Jaya tersebut merupakan yang ke-tiga kalinya setelah Kabupaten Landak dan Sambas.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kalbar Isnawati SSos MSi mengatakan, bahwa program penyuluhan narkoba melalui pemutaran film ini merupakan program kerja BNNP dalam rangka sosialisasi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang merupakan program dari pemerintah pusat. “Di Sintang ini sudah ke tiga kalinya,” katanya. Ia juga menjelaskan, BNNP akan terus melakukan penyuluhan dan sosialisasi tetang P4GN, baik melalui seminar dan FGD yang selama ini terus kita berikan kepada masyarakat Kalbar. Saat ini kita mencoba dengan mengelar Nobar Film Anti Narkoba agar masyarakat lebih mudah difahami oleh semua lapisan masyarkat tentang bahaya Narkoba. Karena menurutnya, sekarang peredaran Narkoba sudah mewabah ke semua daerah, termasuk Kabupaten Sintang. Selain dari itu, pemutaran film anti Narkoba untuk menghibur masyarakat agar tidak bosan dalam menjalani hidup sehari-harinya. “Kami berharap, masyarakat Kabupaten Sintang lebih mengerti dan semakin memahami bahaya Narkoba,” harapnya.

Wardi SSos, Lurah Ulak Jaya Kecamatan Sintang mengapreasiasi dan mendukung upaya BNNP dalam rangka memberikan penyuluhan dan informasi terkait bahaya Narkoba kepada masyarakat di Kabupaten Sintang. Karena menurutnya, predaran Narkoba sangat luar biasa. Narkoba sudah masuk ke desa. Sehingga masyarakat di desa sangat membutuhkan informasi tentang bahaya Narkoba. “Kegiatan ini sangat positif. Karena bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya Narkoba,” ujarnya.

Yanto salah satu warga Kapuas Hulu yang ikut menonton sangat antusias mengkuti kegiatan pemutaran film anti Narkoba hingga selesai. Karena selama ini ia selalu bertanya kepada petugas teantang bahaya Narkoba. Sehingga dengan menonton film anti Narkoba membuat ia lebih mengerti tentang bahaya Narkoba. “Saya berharap BNNK Kabupaten Sintang yang baru terbentuk 2015 ini bisa manampung aspirasi masyarakat,” harapnya.(pms/ser)

Berita Terkait