BNNK Petakan Kawasan Rawan Narkoba

BNNK Petakan Kawasan Rawan Narkoba

  Sabtu, 16 April 2016 09:16
RAKER: Suasana rapat kerja BNNK dengan sejumlah pihak terkait dengan pemetaan kawasan rawan narkoba di perbatasan. (sugeng/pontianak post)

Berita Terkait

SANGGAU-Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sanggau menggelar rapat kerja dengan sejumlah pihak guna melakukan pemetaan terhadap kawasan yang rawan narkoba terutama diwilayah perbatasan dengan Negara tetangga Malaysia.

Kepala BNNK Sanggau, Kompol Ngatiya menyampaikan pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan dengan deteksi dari data base tahun 2015. Daerah perbatasan Indonesia-Malaysia memang terdapat sejumlah kasus terkait peredaran barang haram ini. Jumlah narkoba yang berhasil disita juga sangat fantastis jumlahnya.

“Itu sebabnya, kami bersama sejumlah muspika khususnya di perbatasan serta beberapa instansi lintas sektoral yang ada di perbatasan melakukan upaya pemetaan ini. Sehingga bisa dimaksimalkan upaya pencegahan peredara narkoba diwilayah perbatasan,” ungkap dia Jumat (15/4) kemarin.

Pada tahun 2017 mendatang, kegiatan sosialisasi dan penyuluhan P4GN juga akan difokuskan untuk wilayah perbatasan. Termasuk program rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. Sejauh ini, program rehabilitasi yang sudah dipersiapkan pemerintah sudah berjalan dengan baik. Hanya saja, belum ada satu pun pasien yang harus direhabilitas berasal dari wilayah perbatasan.

“Padahal kasus disana lumayan banyak. Tetapi tidak ada sama sekali pasien yang berasal dari sana untuk program rehabilitasinya,” jelasnya kepada harian ini.

Sampai dengan detik ini, dua wilayah yang deteksi sebagai daerah rawan adalah Kecamatan Entikong di perbatasan dengan Malaysia dan Kecamatan Kapuas sebagai pusat kota dari Kabupaten Sanggau. “Jadi Kapuas dan Entikong ini jadi dua wilayah yang sementara ini terdeteksi rawan narkoba,” katanya. (sgg)

 

Berita Terkait