BNI Pontianak Mulai Salurkan KPR SSB

BNI Pontianak Mulai Salurkan KPR SSB

  Senin, 13 November 2017 10:08
ilustrasi

Berita Terkait

PONTIANAK – Penyaluran kredit perumahan rakyat (KPR) bersubsidi terus digencarkan. Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pontianak yang punya KPR bersubsidi berjenis Subsidi Selisih Bunga (SSB) menggandeng Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) untuk menyalurkannya kepada konsumen. 

Pemimpin BNI Cabang Pontianak, Boy Haryanto mengatakan pihaknya berkomitmen BNI dalam mendukung program sejuta rumah. “Fasilitas Kredit yang diberikan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan belum memiliki rumah tinggal. Walau mudah, tentu akan ada seleksi untuk siapa yang berhak dan layak menerima ini,” ujarnya, kemarin.

Di Kota Pontianak dan sekitarnya rumah sejahtera tapak yang dibangun anggota Apersi Kalbar tersebar di Desa Kuala Ambawang, Desa Kapur, Pal 9, Perintis Kemerdekaan Siantan, Jalan Perdamaian Kota Baru, Sungai Rengas, Sungai Raya Dalam, Jalan Sepakat A Yani, Trans Kalimantan (Ampera) dan Jalan Ahmad Yani 2 Kubu Raya.

Dia menjelaskan, BNI baru pada tahun ini menyalurkan KPR skema SSB. Skema KPR SSB serupa dengan pembiayaan perumahan bersubsidi, seperti FLPP. Namun, selisih bunga yang diberikan kepada nasabah berpenghasilan rendah ditanggung oleh Pemerintah. Misalnya, saat ini BNI memberikan bunga untuk KPR SSB sebesar 5 persen flat hingga lunas kepada nasaba. Sementara bunga KPR sebenarnya adalah 11-13 persen. Sisa 6 s.d. 8 persen itu yang ditalangi BNI, kemudian akan diklaim ke pemerintah. 

Menurut dia, BNI perlu berpartisipasi untuk menyediakan pembiayaan murah perumahan, mengingat kebutuhan perumahan masyarakat saat ini masih besar, yakni 11,4 juta unit. Mengingat pembiayaan ini hanya untuk MBR, KPR SSB diberikan kepada pekerja tetap yang memiliki penghasilan maksimal Rp4 juta per bulan untuk pembelian rumah bersubsidi.

Sementara itu, M Soleh HB dari Apersi Kalbar mengatakan kerjasama dengan pihak BNI menambah mitra pihaknya dalam penyedian rumah MBR.  "Semoga program ini tepat pada sasarannya. Harapan kami untuk kedepannya Apersi dan BNI dapat lebih banyak menyediakan unit rumah untuk di pasarkan ke masyarakat. Kami terus menambah unit rumah, hal ini juga tidak lepas dari dukungan pemerintah, stakeholder, dan pihak perbankkan terutama BNI," ujarnya.

Sebagai informasi, pola Subsidi Seleisi Bunga kini mulai marak digunakan perbankan. Bahkan BTN mulai memakai skema SSB menggantikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sebenarnya program FLPP maupun SSB sebenarnya hampir tidak ada perbedaan di sisi konsumen. Misal suku bunga KPR 5 persen, uang muka 1 persen, dan jangka waktu cicilan 20 tahun. (ars) 

Berita Terkait