BNI Gelar Temu Pengusaha Asal Kalbar di Jakarta

BNI Gelar Temu Pengusaha Asal Kalbar di Jakarta

  Sabtu, 17 September 2016 06:14

Berita Terkait

PONTIANAK- Bank Negara Indonesia (BNI) Kalimantan Barat menggelar temu pengusaha asal Kalbar di Jakarta, Jumat malam di Hotel Harris. Setidaknya ada 30 lebih pengusaha muda yang hadir dalam pertemuan ini

Head of Networking and Service BNI Kantor Wilayah Banjarmasin Suhardi Petrus mengatakan pertemuan ini bisa menjadi wadah silaturahmi para pengusaha.

Para pelaku usaha, lanjut dia, bisa berbagi informasi. Mulai dari persoalan yang dihadapi hingga peluang investas di Kalimantan Barat.

Menurutnya dari pertemuan ini untuk mengajak para pengusaha Kalbar yang berada di Jakarta mau berinvetasi di Kalimantan Barat.
“Kami siap menjadi mitra, ketika teman-teman pengusaha mau berinvestasi di Kalimantan Barat,” kata dia.

Dalam pertemuan itu, Suhardi memaparkan secara garis besar kondisi geografis Kalimantan Barat. Termasuk kondisi infrastruktur yang bisa menunnjang perkembangan sektor usaha.

Dia mengungkapkan pertemuan ini digelar atas dasar saran dari Gubernur Kalimantan Barat. Namun disayangkan orang nomor satu di Kalbar itu berhalangan untuk hadir di pertemuan ini.
“Gubernur menyarankan agar pertemuan ini digelar. Alasannya jika bukan pengusaha ini, siapa lagi yang akan membangun Kalbar,” jelas dia.

Dia menilai dengan berinvestasi di Kalbar tidak hanya bisa menggerakan perekonomian Kalbar. Justru BNI juga ikut merasakan dampaknya. Mulai dari pertumbuhan DPK dan kredit yang diberikan ke nasabah.

Selain itu bertambahnya dana juga bisa ikut menggerakan sektor UMKM di Kalimantan Barat. “Jadi ini dampaknya sangat besar. karena itu kami sengaja mengundang, dengan tujuan mereka mau berinvestasi di Kalbar,” harapnya.

Anggota Komisi IX DPR RI dr. Karolin Margaret Natasha menilai dengan menanamkan modalnya ke Kalimantan Barat maka para pengusaha ikut meningkatkan kesejahteraah masyarakat.
“Saya juga mengajak para pengusaha ini mau berinvestasi di Kalbar. Dengan strategi ini bisa menggerakkan perekonomian. Ini sebagai bentuk gotong royong membangun bangsa dan negara,” pungkasnya. (mse)

Berita Terkait