BMPD Timur Kalbar Gelar Seminar , Dibuka Bupati, Hadirkan Bank Indonesia jadi Pembicara

BMPD Timur Kalbar Gelar Seminar , Dibuka Bupati, Hadirkan Bank Indonesia jadi Pembicara

  Rabu, 24 February 2016 10:55
SEMINAR: Para pembicara dalam seminar yang digelar BMPD timur Kalbar. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) wilayah timur Kalimantan Barat menggelar seminar dengan tema Economic and Business Outlook 2016 In The Eastern Area of West Borneo perubahan, pertumbuhan dan tantangannya di Gedung Pancasila, Selasa (23/2).

Seminar dibuka Bupati Sintang, Jarot Winarno dengan menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia. Wakil Bupati Sintang, Askiman dan mantan Bupati Sintang, Milton Crosby juga tampil sebagai narasumber.

Jarot saat membuka acara mengatakan, Kabupaten Sintang dan wilayah timur Kalbar kini dalam keadaan kegawatdaruratan ekonomi dan infrastruktur. Ekonomi masyarakat sedang lesu, karena harga karet dan sawit yang rendah menyebabkan rendahnya daya beli masyarakat. Ditambah lagi dengan rusaknya infrastruktur dasar yang menyebabkan biaya ekonomi tinggi.

“Namun kita harus tetap optimis karena Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) terbukti mampu bertahan dan banyak potensi sumber pendapatan lain yang bisa kita dorong. Dan kami juga akan melakukan upaya untuk memulihkan ekonomi masyarakat dengan cara membuat program pembinaan, percepatan lelang serta pelaksanaan proyek pembangunan, dan mengundang para investor industri hilir,” kata Jarot.

H Syamsurizal, ketua sub BMPD Wilayah Timur Kalbar menjelaskan Bank Indonesia memilih Sintang sebagai pusat kas di wilayah timur Kalbar. “Kami menyikapi perubahan ekonomi di wilayah timur dengan seminar ini untuk memberikan solusi bagi para pelaku perbankan dan pengusaha dalam menumbuhkan perekonomian wilayah timur Kalbar,” katanya.

Wakil Ketua BMPD Kalbar, Sudirman HY menjelaskan komitmen seluruh perbankan untuk membantu menumbuhkan perekonomian di wilayah timur Kalbar, misalkan dengan cara penurunan bunga bank sehingga kredit yang bertujuan usaha produktif bisa lebih tinggi.

Salah satu pembicara, mantan Bupati Sintang, Milton Crosby menyampaikan MEA peluang, tantangan dan ancaman bagi ekonomi kerakyatan. Menurutnya, penerapan MEA mengancam peluang kerja oleh tenaga kerja asing yang lebih siap, namun hal tersebut merupakan tantangan bagi masyarakat untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan diri.

Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Soni Ciputra dalam materi seminarnya, mengatakan, wilayah timur Kalbar termasuk Sintang sektor komoditas masih jadi andalan. Kedepan mesti diciptakan industri hilir bagi penyokong hasil komoditas karet dan sawit. Pasalnya jika tanpa perubahan dengan hanya menjual bahan baku, perekonomian bisa terpengaruh kalau harga jual karet dan sawit jatuh. 

“Investasi pembangunan pabrik karet gelang misalkan di Kalbar sampai saat ini belum ada, padahal nilai investasinya hanya sekitar 10 juta saja dan karet gelang ini dibutuhkan setiap hari oleh masyarakat. Belum lagi kita bicara pabrik ban dan sebagainya,” kata  Soni.

Wakil Bupati Sintang Aksiman saat tampil sebagai pembicara,  memaparkan agenda pembangunan ekonomi kerakyatan Kabupaten Sintang 2016-2021. Visi Pemerintah Kabupaten Sintang adalah Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Sintang Yang Cerdas, Sehat, Maju, Religius dan Sejahtera, yang didukung penerapan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih pada tahun 2021.

“Khusus untuk mendorong ekonomi kerakyatan, kita akan mengkoordinir dinas yang tergabung dalam persemakmuran untuk merancang dan melaksanakan program pembinaan dan pengembangan ekonomi rakyat. Serta mendata dan mengembangkan seluruh potensi yang ada disetiap kecamatan dan desa. Dengan demikian setiap kecamatan dan desa memiliki keunggulan sesuai potensinya serta memiliki daya dorong ekonomi. Untuk menumbuhkan gairah ekonomi di kabupaten sintang, Pemkab Sintang akan mendorong ekonomi kerakyatan karena memiliki basis yang kuat, menggali potensi lokal, dan mampu bertahan saat krisis,” kata  Askiman.(stm/ser)

 

Berita Terkait