BLHPBD Terima Dua Unit Mobil Pemadam Kebakaran dari Pusat

BLHPBD Terima Dua Unit Mobil Pemadam Kebakaran dari Pusat

  Jumat, 29 January 2016 08:48
BANTUAN : Bantuan berupa satu unit speed poly eteline, dua unit perahu poly eteline, satu unit mobil dapur umum lapangan, dan dua unit mobil Damkar. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Sejumlah bantuan dari pemerintah pusat berdatangan. Diantaranya dua unit mobil pemadam kebakaran. Bantuan secara simbolis diserahkan Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana usai memimpin upacara peringatan HUT Pemprov Kalbar ke-59 di Halaman Kantor Bupati Mempawah, Kamis (28/1) pagi  Wahyu Ismir, MEMPAWAH

BADAN Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Daerah (BLHPBD) Kabupaten Mempawah menerima bantuan tersebut.

“Kabupaten Mempawah merupakan salah satu daerah yang cukup potensial terjadi bencana alam di wilayah Kalbar. Atas pertimbangan itu, maka kita mengajukan sejumlah bantuan peralatan kepada pemerintah pusat. Dan Alhamdulillah, beberapa bantuan direalisasikan dan hari ini (kemarin) diserahkan,” terang Kepala BLHPBD Kabupaten Mempawah Syahrizal.

Syahrizal mengungkapkan, pihaknya mendeteksi ada empat potensi bencana yang cukup beresiko terjadi diwilayah Kabupaten Mempawah. Seperti, bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), banjir, puting beliung, dan tanah longsor. Potensi bencana itu menempatkan Kabupaten Mempawah menjadi daerah yang cukup rawan.

“Memang belum semua pengajuan bantuan yang dipenuhi pemerintah pusat. Seperti mobil tangki air, mobil serbaguna, dan komando mobil sudah diajukan tetapi belum dipenuhi. Adapun untuk tenda-tenda yang kita miliki sudah memadai lengkap dengan velbednya,” tutur Syahrizal.

Meski demikian, dia mengaku optimis sejumlah usulan bantuan yang belum terpenuhi itu akan segera direalisasikan pemerintah pusat. Sedangkan jenis bantuan yang telah diterima mulai dari satu unit speed poly eteline 150 pk, dua unit perahu poly eteline 9,8 pk, satu unit mobil dapur umum lapangan, dan dua unit mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas 4.000 liter air.  

“Kita juga memaklumi belum dipenuhinya semua pengajuan oleh pemerintah pusat. Sebab, pemerintah pusat juga harus membagi jatah anggaran bantuan untuk membantu daerah lainnya di Indonesia. Apalagi saat ini ada lebih dari 500 daerah otonom yang juga membutuhkan pelayanan dan bantuan,” tuturnya.

Terkait bantuan tersebut, Syahrizal mengaku akan dimanfaatkan sebaik mungkin sesuai dengan fungsinya. Terutama mobil damkar sangat dibutuhkan petugas untuk mengatasi terjadinya karhutla yang kerap terjadi diwilayah Kabupaten Mempawah pada musim kemarau.

“Semaksimal mungkin bantuan yang ada akan dimaksimalkan dilapangan. Mudah-mudahan dengan penambahan peralatan ini, upaya penanganan bencana di masyarakat dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin dan optimal,” harapnya mengakhiri. (*)

Berita Terkait