BKSDA Dorong Penangkaran Satwa di Kalbar

BKSDA Dorong Penangkaran Satwa di Kalbar

  Selasa, 21 June 2016 09:41
DISERAHKAN : Sejumlah jenis satwa dilindungi diantaranya empat ekor Elang dan tiga ekor Klempiau diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melakukan evakuasi terhadap sejumlah jenis satwa dilindungi hasil penyerahan masyarakat.

Dianatarnya Dua ekor Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster),  satu ekor Elang Bondol (Haliastur indus), satu ekor Elang Tiram (Pandion haliaetus) dan tiga ekor Klempiau (Hylobates nulleri) yang diserahkan secara suka rela oleh pemiliknya, Lim Tjin Hua alias Tommy warga Jalan HRA. Rahman No.426 RT/RW 002/015 Sungai Jawi Dalam, Pontianak Barat. "Satwa-satwa ini diserahkan secara sukarela oleh pemiliknya," ujar Kepala BKSDA Kalbar Sustyo Iriyono, Senin (20/6) siang.

Menurut Sustyo, sejumlah satwa yang diserahkan warga tersebut merupakan satwa dengan status konservasi dilindungi oleh undang undang. Hal ini, kata Sustyo tidak luput dari gencarnya sosialisasi dan penegakan hukum yang dilakukan BKSDA Kalbar selama ini. "Beberapa bulan terakhir, kami kerap mendapat penyerahan satwa dari warga. Ini tentunya tak lepas dari program sosialisasi dan penegakan hukum yang ada," terangnya.

Dikatakan Sustyo, satwa-satwa ini rencananya akan dititiprawatkan di Sinka Zoo di Singkawang sebelum dilepasliarkan. 

Dijelaskan Sustyo, selama tahun 2016 ini, BKSDA Kalbar menerima penyerahan dan evakuasi terhadap sejumlah satwa, seperti jenis primata, mamalia, reptilia, aves dan jenis tanaman dlindungi. Untuk primata, setidaknya BKSDA menerima penyerahan dan evakuasi terhadap 12 individu orangutan (Pongo pygmaeus), 17 ekor mamalia, terdiri dari Kukang, Kucing Hutan, Beruang Madu, Kelasi, dan Klempiau. 

Golongan reptilia ada 36 ekor, terdiri dari biawak tak bertelinga (Biawak borneo), buaya muara, tokek pakistan, sanca batik, sanca bola, dan puraka serta ular viper.

Untuk golongan Aves (burung), BKSDA Kalbar menerima penyerahan dan evakuasi sebanyk 863 ekor, terdiri dari burung elang, enggang badak, Kangkareng hitam, murai batu, kacer, cucak hijau, cucak jenggot, dan burung jalan kerbau yang kebanyakan akan diselundupkan via bandara Supadio Pontianak.

Sedangkan untuk golongan tanaman dilindungi, BKSDA Kalbar mengamankan setidaknya 125 rumpun, terdiri dari 37 rumpun anggrek alam dan 88 rumpun kantong semar.

Dalam waktu dekat ini, lanjut Sustyo, pihaknya bersama instansi terkait akan mendorong upaya penangkaran di Kalimantan Barat terhadap beberapa jenis burung, seperti Rangkong atau Enggang. Menurut Sustyo, jenis burung tersebut memiliki masa regenarasi yang cukup lama dan hanya berkembang biak dengan satu pasangan. 

"Jika burung jenis ini terus diburu akan mengalami kepunahan," tegas Sustyo.

Menurutnya, wacana diadakannya penangkaran satwa dilindungi ini sudah dibicarakan kepada DPR. Dimana pemerintah akan memfasilitasi masyarakat utuk melakukan penangkaran. "Ini memang masih wacana, tetapi kami akan dorong supaya bisa terealisasi," pungkasnya.(arf) 

Berita Terkait