Bisnis Kalender Ramai Jelang Tahun Baru

Bisnis Kalender Ramai Jelang Tahun Baru

  Selasa, 8 December 2015 08:22
CETAK PRODUK : Beberapa pekerja sedang menyelesaikan pesanan konsumen di QQ Digital Printing di Jalan Parit H.Husin 2. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Bisnis percetakan bagi sebagian atau beberapa orang memang masih menggiurkan. Terlebih menjelang tahun 2016, kebutuhan terhadap kalender meningkat pesat. Belum lagi pemesanan untuk kampanye pemilihan kepala daerah serentak beberapa hari lalu. Oleh : Aristono, Pontianak

Kantor QQ Printing di Jalan Parit Haji Husein II tampak sibuk saat Pontianak Post datang ke sana. Berlembat-lembar kertas kalender bertumpuk di satu sisi. Sementara di sisi lain tampak tumpukan-tumpukan kertas untuk pemesanan lainnya. Manajer QQ Printing, Zulisya Zakaria mengatakan akhir-akhir ini pemesanan kalender memang sedang tinggi. “Setiap menjelang tahun baru, permintaan untuk kalender memang meningkat. Selalu begitu,” ujarnya,

Cetak kalender merupakan salah satu peluang bisnis akhir tahun atau bisa dikatakan musiman, karena jasa percetakan itu sendiri tidak terbatas pada kalender saja. Masih ada jasa percetakan lainnya seperti undangan, brosur, map, kotak makanan dan lain sebagainya. Sehingga mesin yang ada bisa dipakai untuk berbagai macam produk secara terus menerus.

Disebutkan dia, permintaan penyetakan kalender banyak datang dari perusahaan-perusahaan swasta dan pribadi. Sementara dari kalangan instansi pemerintah tidak terlalu banyak. “Kalau instansi pemerintah banyaknya cetak spanduk atau banner,” ujarnya. Kalender dicetak dengan beragam bentuk, ukuran dan jenis. Ada kalender yang dipajang di dinding, kalender duduk, hingga kalender satu lembaran yang bisa dibawa-bawa ke mana saja.

Belakangan ini pula, bisnis percetakan juga  ikut meraih rezeki dari ajang pemilihan kepala daerah serentak, khususnya usaha cetak kalender. Biasanya calon kepala daerah memesan kalender dengan memajang fotonya sebagai gambar kalender sembari berkampanye. Namun Zulisya mengakui pesanan untuk kampanye politik yang datang di tahun ini tidak terlalu signifikan, meski terjadi peningkatan dibanding bulan-bulan biasanya. “Ini karena aturan baru Komisi Pemilihan Umum yang menggunakan sistem lelang. Sehingga calon kepala daerah tidak bisa memesan langsung kalendernya. Kami sendiri tidak ikut lelang, tetapi dapat lemparan dari teman-teman yang dapat,” kata dia.

QQ Printing sendiri berdiri sejak tahun 2007 lampau. Saat ini percetakan memiliki penghasilan bersih Rp 15 juta per bulan. Ada sedikitnya, 6 karyawan yang dipekerjakan disini. Ditanya resep bertahan selama ini, Zulisya mengatakan pihaknya menomorsatukan kualitas, baik pelayanan maupun produk. Soal persaingan yang kian ketat di sektor ini, dia tidak mencemaskannya. “Strategi kita konsumen dilayani dengan baik. Apalagi konsumen yang lama, kita pertahanankan. Banyak pesaing baru tidak membuat kami khawatir, karena kami sudah punya pelanggan tetap yang percaya terhadap kualitas kami. Percaya saja kalau rezeki pasti datang, asal mau bekerja. Persaingan di dunia usaha itu normal,” sebutnya.

Andre (30) dari Percetakan Raya, Pal 9, Kubu Raya, juga adalah pengusaha percetakan. Baru merintis kurang dari tiga tahun, kini dia sudah punya empat orang karyawan. Dia memang gencar memasarkan jualannya. Tak hanya promosi konvensional, promosi kekinian pun dilakoninya. Setidaknya dalam sehari ada 20 orang yang mengorder produknya. “Tidak harus datang langsung untuk mengorder. Bisa via online, apakah itu media sosial seperti facebook, BBM atau email.“Asalkan desain yang diinginkan jelas, pesanan bisa dikerjakan dengan baik,” pungkasnya. **