Bisnis Bridal , Dari Sewa Gaun hingga Mobil Pengantin

Bisnis Bridal , Dari Sewa Gaun hingga Mobil Pengantin

  Sabtu, 27 February 2016 08:23
WEDDING DRESS : Deretan gaun pengantin dengan ragam warna dan model menarik terpajang di Harmonis Bridal. MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Ingin membuka usaha bridal? Ternyata tergolong mudah. Cukup menyediakan baju pengantin plus make up-nya. Tentu saja semakin lengkap, akan semakin besar keuntungan yang didapat. Apalagi kebutuhan orang terhadap jas dan gaun pengantin semakin meningkat. Oleh : Marsita Riandini

DERETAN gaun pengantin, dengan aneka warna dilengkapi dengan beragam pernak-perniknya memenuhi ruangan di beberapa lokasi jasa bridal. Bisnis ini cukup menjanjikan, bahkan ada yang bertahan hingga puluhan tahun lamanya.

Salah satu tempat yang menyediakan jasa rias pengantin dan sewa baju pengantin adalah Harmonis Bridal. Sebelumnya lokasi pertama terletak di Jalan Sisingamangaraja. Namun, karena konsumen yang datang semakin banyak, terutama yang menggunakan mobil, maka lokasinya pun dipindah di Jalan Jenderal Urip. “Soalnya khan di tempat lama susah parkirnya. Jadi banyak konsumen yang ingin ke sini menjadi susah,” ucap Eli Bong, pemilik usaha ini.

Usaha Bridal ini sudah ada sejak tahun 1960-an. Awalnya sang ayah memulai dengan menyediakan jasa foto studio. Lambat laun usaha berkembang hingga penyewaan pakaian pengantin.

Dari tahun ke tahun mengalami perkembangan sesuai kemajuan zaman. Termasuk pula konsep foto dan konsep pakaian yang diinginkan para pengantin. “Dari dulu sampai sekarang tetap yang diminati itu gaun panjang. Tetapi bahan dan modelnya saja semakin berinovasi. Dulu itu lengannya lebih bervariasi, sekarang lebih banyak yang kembanann terus ditambah bolero. Bahannya itu lebih ke brukat sekarang.”

Agar lebih banyak yang menggunakan jasa, harus memperhatikan kebutuhan atau tren yang sedang berkembang saat ini, terutama soal busana. “Kalau disini orang lebih suka yang model gaun kembang gitu, lebih simpel dengan warna paling diminati itu putih. Kalau sekarang putihnya bukan putih terang,” ungkap dia.

Busana dibeli dari Shanghai, tetapi untuk jas pria saat ini yang lebih disukai jas dari Korea. “Kalau sekarang jasnya lebih ke Korea. Anak muda sekarang lebih suka bentuk jas yang slimm,” papar dia.

Soal busana ini, lanjut dia kadang kala terkendala untuk menyesuaikan dengan tubuh konsumen. Tak ingin mengecewakan konsumennya, dia biasanya merombak sedikit gaunnya. Tetapi kalau tidak bisa, maka konsumen harus memilih gaun yang lain. “Kadang ada yang gemuk tidak pas, nah kalau pakai gaun yang ada tali dibelakangnya masih bisa, tetapi kalau yang jahitannya sulit di bongkar lagi, maka itu tidak  bisa dilakukan,” paparnya.

Agar usaha lebih berkembang, anda bisa memadukan penyewaan gaun dengan kebutuhan lain. Seperti wedding cake, fotografi, hingga penyewaan mobil. “Biasanya orang lebih suka yang sudah paketan. Kisaran harga juga bervariatif. Kami menyediakan dari gaun, dandan, foto, video hingga penyewaan mobil,” ulasnya.

Lengkapi pula dengan beragam pernak-pernik lainnya, sehingga konsumen tidak harus mencari lagi diluar. Seperti sarung tangan, buket atau bunga tangan, serta berbagai aksesoris pendukung lainnya.

Jika usaha ini dilengkapi dengan photo prewedding, maka harus menyiapkan lokasi-lokasi menarik. Tentu saja ini sangat penting, sebab konsumen memiliki konsep tersendiri untuk acara istimewanya itu. “Untuk outdoor kami biasanya ke luar kota, seperti di Singkawang mencari  tempat-tempat wisata yang menarik. Seperti di pantai dan sebagainya. Tetapi ada juga yang fotonya ke luar negeri seperti di Kuala Lumpur, dan Khucing.”

Dia menambahkan kalau di Pontianak, biasanya di A Yani, ataupun di lapangan golf. Untuk menghasilkan foto yang bagus, tentu saja didukung dengan kualitas tempat foto yang menarik pula.Foto yang dilakukan di luar kota, maka dandanan biasanya dilakukan sejak subuh hari. “Biasanya kita jam 4 sudah dandan, langsung berangkat. Sampai sana jam 9 jam 10. Tapi dandanannya saja disini, ganti bajunya di tempat lokasi pemotretan,” ulasnya.

Menyikapi persaingan kata dia, namanya jasa harus bisa menjaga mutu dan hubungan baik dengan konsumen. “Nanti khan mereka ini yang ngomongkan dari mulut ke mulut. Gaun-gaun juga harus diganti setidaknya satu tahun ada yang dibeli menyesuaikan tren yang berkembang. Untuk gaun lama yang kurang diminati, dijual ke daerah-daerah dengan harga murah,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait