Bisa Pakai Dermaga Swasta

Bisa Pakai Dermaga Swasta

  Rabu, 5 Oktober 2016 10:32
KAWASAN PELABUHAN: Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Pontianak guna melakukan aktivitas bongkar muat. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang berada di bibir sungai bisa menjadi alternatif kapal bersandar sehingga mengurangi ketergantungkan dengan Pelabuhan Dwikora Pontianak. Ini merupakan BUP swasta yang ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan. 

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat Anthony Sebastian Runtu membenarkan kehadiran BUP ini bisa mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan Dwikora Pontianak. 

Hal ini disebabkan kondisi Pelabuhan Dwikora Pontianak sudah over kapasitas. Sehingga kehadiran BUP ini menjadi alternatif bersandarnya kapal.

“Ini menjadi alternatif. Jika menunggu pembangunan pelabuhan internasional di Kijing yang prosesnya masih lama,” kata Anthoni kepada wartawan di Pontianak. 

Menurut Anthoni barang-barang di pelabuhan Dwikora sudah terlalu penuh dan memiliki luas area penyimpanan kontainer yang terbatas sehingga menyebabkan waktu menunggu kapal bersandar menjadi lebih lama. 

Karena itu, jelas dia, BUP menjadi alternatif yang paling tepat dan cepat guna meringankan aktivitas barang yang diangkut dan diturunkan oleh kapal masuk melalui Sungai Kapuas dan bisa langung berada di wilayah Kota Pontianak. 

“Contohnya BUP di Batu Layang. Saat ini sedang pengurusan perizinan dan penetapan oleh Kemenhub. Dan mitra bisnis mereka itu sebagai pangsa pasarnya,” jelasnya. 

Atas dasar itulah Pemprov Kalimantan Barat berharap Badan Usaha Pelabuhan dapat segera beroperasional untuk melayani dan memperlancar arus lalu lintas bongkar muat barang di Sungai Kapuas di tahun ini.

Sementara Data Dinas Perhubungan Kalbar menjelaskan tingkat kejenuhan pelabuhan Pontianak telah mencapai 49 persen atau sekitar 5 juta ton bongkar muat barang pada 2010 dan diprediksi pada 2035 bongkar muat mencapai 12 juta ton. 

Dalam setahun kapasitas bongkar muat mencapai 230.000 Teus dari total kapasitas mencapai 250 Teus dengan pertumbuhan setiap tahun mencapai 11 persen. 

Usulan ini pun sudah pernah disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalbar Andreas Acui Simanjaya. Pria yang disapa Acui ini meminta Pelindo II memanfaatkan area pelabuhan-pelabuhan swasta yang berada di tepian Sungai Kapuas untuk mempercepat waktu menyandar kapal. 

“Pelabuhan swasta di Pontianak belum dimanfaatkan secara optimal. Jika dimanfaatkan bisa mengefisiensi  waktu. Kabar yang saya dengar, pada hari-hari tertentu kapal masuk ke Pontianak masih lama,” ungkapnya. (mse) 

Berita Terkait