Bisa Lemahkan Pemerintahan

Bisa Lemahkan Pemerintahan

  Sabtu, 30 July 2016 10:18
MASIH STAGNAN: Harga beberapa kebutuhan pokok paska lebaran masih bertahan. Terutama untuk bawang dan bumbu dapur lainnya. Sedangkan telur terus naik, hingga Idul Adha September mendatang. Gambar atas, kegiatan pasar tradisional Sambas

Berita Terkait

SAMBAS-Munculnya kasus hukum yang melemahkan posisi pemerintah gegara tidak baiknya pengelolaan arsip. Diharapkan, menjadi perhatian serius pihak yang mengelola arsip di seluruh kabupaten dan kota di Kalbar.

 “Kita mengharapkan pengelolaan arsip harus benar-benar dipilah dengan baik, mana arsip yang benar-benar dinamis aktif, maupun arsip statis dan lainnya. Bahkan dibeberapa daerah kabupaten kota, terdapat kondisi tidak ada satupun arsiparisnya, ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Kepala Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi  (BPKD) Provinsi Kalimantan Barat, Drs Ignasius IK, SH, M.Si ketika hadir dalam pembukaan Bimtek Pengelolaan Arsip Dinamis Aktif di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas, Kamis (28/7).

Menurutnya, arsip akan sangat berarti ketika terjadi permasalahan yang berkaitan dengan hukum. Sehingga urusan arsip tak bisa dikesampingkan atau pandang sebelah mata. Dan pola pikir seperti ini, harus diubah.

“Masalah aset misalnya, adalah salah satu pembuktian bahwa arsip sangat diperlukan, saya yakin jika dulu arsip itu dikelola dengan baik, permasalahan aset tidak akan timbul sebagai masalah,” katanya.

Kemudian, dengan penataan arsip dengan baik. Merupakan aset yang paling berharga yang bisa diwariskan kepada bangsa ini. “Sebagai aparatur. Tak bisa banyak mewarisi bangsa ini dengan uang, minimal mewarisi dengan pengelolaan arsip yang baik dan itu menjadi aset yang paling berharga,” katanya.

Senada apa yang disampaikan BPKD Provinsi Kalbar. Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH mengatakan arsip diibaratkan seperti jantung pada manusia. Sehingga jika jantung bekerja dengan baik, maka manusia akan sehat.

“Arsip adalah jantungnya pemerintahan. Dan ini harus menjadi perhatian seluruh pihak di Kabupaten Sambas,” kata Wabup.

Dimisalkan Wakil Bupati. Dari pemeriksaan, banyak kendala daerah meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengeculian) karena terbentur pada masalah aset, dan berbicara aset, intinya karena arsip tidak terhimpun dan terkelola dengan baik.

Atas kondisi ini, dirinya berharap, paling tidak ASN yang mengurus tata usaha surat menyurat. Memiliki paradigma pemikiran yang sama tentang pentingnya arsip dan menjadi pelopor menciptakan publik opini tentang pentingnya arsip. “Seperti masyarakat barat, sangat menghargai arsip, mulai dari sarana prasarana terkait pengelolaan arsip, sama dihargai seperti pengelolaan Museum,” katanya. Seperti disampaikan Sir Arthur Dougthy, 1924, sebut Hairiah, tingkat keberadaan suatu bangsa dapat dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya.

Diharapkannya, melalui kegiatan ini membentuk pemahaman didalam setiap ASN Kabupaten Sambas arti pentingnya pengelolaan arsip atau dokumen bagi pemerintah dalam era otonomi daerah. Dalam upaya meningkatkan pemerintahan yang etis, bersih, berdisiplin, profesional, produktif dan bertanggung jawab dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik.(fah)

Berita Terkait