Bisa Kembali Deja Vu

Bisa Kembali Deja Vu

  Rabu, 13 April 2016 09:24

Berita Terkait

MADRID – 9 April 2014 di Vicente Calderon. Momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh Barcelona.Sebab, gol semata wayang dari Koke di menit kelima itu tidak hanya membuyarkan langkah ke semifinal karena kalah agregat 1-2. Itu juga membuat dominasi mereka atas Atletico sejak 14 Februari 2010 silam juga sirna.

Nah, kini, Barcelona bisa mengalami deja vu ketika mereka bertandang ke Vicente Calderon pada leg kedua perempat final dinihari nanti.Jika saja mereka kebobolan satu gol di Calderon nanti, maka mereka bakal gagal karena kalah gol away, setelah di leg pertama (6/4), gol Fernando Torres di menit 25 mampu membuyarkan impian Barcelona untuk mengakhiri laga tanpa kebobolan.

Barcelona tentu pantas untuk ketar-ketir. Sebab, dalam sepuluh pertandingan away mereka ke sesama tim Spanyol di kompetisi Eropa sepanjang masa, hanya kemenangan di Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid, 23 April 2002 silam saja-lah yang bisa dibanggakan.

Selebihnya, mereka menjadi pecundang dalam sembilan laga tersisa. Itu belum ditambah kendala lain yang tak kalah mengkhawatirkan.Ya, Barca dituntut untuk segera membenahi mental mereka yang tengah drop pasca menelan tiga hasil negatif beruntun (satu imbang, dua kali kalah) di liga.

Pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, jelas begitu miris dengan kondisi tersebut. Dia pun memberikan analisisnya, mengenai apa yang harus segera diperbaiki El Barca, julukan Barcelona, pada leg kedua nanti.

”Mereka menghentikan sesuatu yang membuat mereka sempurna, dan semakin bergantung kepada trio tersebut,” papar Balague dalam kolomnya di Sky Sports. ”Akibatnya, mereka seperti hilang arah saat ketiga trio itu tidak bermain bersamaan,” lanjutnya.Kekalahan Barca 0-1 di kandang Real Sociedad Minggu dinihari kemarin (10/4) bisa menjadi referensi sempurna.

Saat itu, diantara trio MSN, hanya Suarez yang tidak bermain karena mendapat skorsing. Akibatnya, tumpuan serangan lebih banyak diarahkan kepada Messi.Penyerang berjuluk La Pulga itu bahkan melakukan tendangan sebanyak sepuluh kali, sementara Neymar hanya bisa mendapat dua peluang.

Dalam paparannya, Balague menjelaskan bahwa Messi mulai mengalami penurunan performa belakangan ini, sedangkan Neymar tampak mati kutu ketika mendapat penjagaan ketat.”Meski (Ivan) Rakitic dan (Andres) Iniesta masuk, hal itu tidak mengubah keadaan,” kata Balague. ”Maka, mereka harus mulai mencari solusi lain jika tidak ingin kembali kalah,” lanjutnya.

Rakitic tentu tidak terlalu sependapat dengan apa yang diucapkan oleh Balague. Gelandang timnas Kroasia yang menorehkan 100 laga kala melawan Sociedad kemarin menyatakan bahwa Barca tidak perlu mengubah apapun.

”Kekalahan itu menurutku disebabkan oleh hal kecil. Kadang, bola tidak selamanya punya keinginan untuk masuk kedalam gawang,” kelakar Rakitic sebagaimana dikutip Canal Plus. ”Jadi, kami tidak punya alasan untuk panik. Kami masih berada di posisi yang kami inginkan. Kami bakal melupakan kekalahan tersebut, dan maju menghadapi Atletico,” jelasnya.

Entrenador Barca, Luis Enrique, cukup senang karena absennya Suarez di laga kontra Sociedad membuat dirinya berada dalam kondisi segar dinihari nanti.Bugarnya El Pistolero, julukan Suarez, bakal menjadi keuntungan tersendiri karena dia merupakan pemain vital di dalam Barca.

Selain menjadi topscorer bagi Barca musim ini dengan torehan 45 gol di semua ajang, striker timnas Uruguay itu tengah moncer dengan delapan gol dari delapan pertandingan Liga Champions.”Kami masih bersatu sebagai satu keluarga. Perasaan ini jelas bakal terus kami pertahankan sampai kapanpun. Kemenangan dari Atletico mungkin bisa menjadi pendongkrak,” ucap eks gelandang Sevilla itu.

Terpisah, Simeone mengatakan bahwa dia tengan menyiapkan rencana kala melawan Barcelona nanti.Sebab, dia sudah tidak bisa menggunakan Torres yang mendapat kartu merah di pertemuan pertama lalu. Maka, El Cholo, sebutan Simeone, bakal menggunakan perubahan formasi.4-3-3 kemungkinan menjadi formasi yang dipakai oleh Simeone dinihari nanti, dengan Angel Correa mengisi tempat Torres sebagai centre forward bersama dengan Antoine Griezmann dan Yannick Ferreira Carrasco.

Simeone sendiri begitu optimistis perubahan ini bakal memberikan hasil. Apalagi, skuadnya juga berada dalam tren positif berkat kemenangan 3-1 dari Espanyol (9/4), yang sekaligus mendekatkan mereka dengan Barcelona menjadi tiga angka saja.

”Kami menginginkan semifinal ini, dan membuat kecewa orang-orang yang meremehkan kami di Liga Champions, sama seperti di La Liga,” koar Simeone sebagaimana dilansir ESPN. (apu)

 

Berita Terkait