Bina Lima Desa Rawan Karhutla

Bina Lima Desa Rawan Karhutla

  Rabu, 12 April 2017 09:30
Mokhtar

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Melihat beberapa desa di Kubu Raya cukup rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan membuat pemerintah pusat melalui BNPB menerapkan program pemberdayaan masyarakat dengan lokus desa tangguh bencana bagi sejumlah desa di Kubu Raya.

“Ada lima desa yang menjadi sasaran implementasi program  desa tangguh bencana seperti Desa Kubu Padi di Kecamatan Kuala Mandor, Desa Teluk Bakung di Kecamatan Sungai Ambawang, Desa Teluk Empening dan Permata di Kecamatan Terentang dan Desa Limbung di Kecamatan Sungai Raya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar kepada Pontianak Post, Selasa (11/4). 

Lima desa ini sengaja dipilih menjadi sasaran penerapan program desa tangguh bencana, lantaran memang  rentan terjadi bencana seperti kebakaran hutan dan lahan. “Lahan gambut di lima desa ini memang cukup luas, bahkan informasi yang saya dapat di beberapa kepala desa, rata-rata kedalaman gambut di lima desa ini mencapai 15 meter,” jelas Mokhtar. 

Selain meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat yang telah dibentuk di lima desa ini, BPBD Kubu Raya bersama pihak terkait lainnya jumlah memfasilitas pihak desa untuk mambangun sekat kanal dan sumur bor di lima desa ini. 

“Karena anggaran yang kami terima terbatas, jadi setiap desa itu dibangun satu sumur bor dan sekat kanal,” terangnya. 

Pembangunan sekat kanal dan sumur bor sendiri lanjutnya akan dilakukan secara bergotong-royong sesama masyarakat desa setempat. Mokhtar berharap dengan melibatkan langsung masyarakat. Ke depan jika memungkinkan masyarakat bisa kembali membuat sekat kanal dan sumor bor secara swadaya untuk mengantisipasi terjadinya  kebakaran hutan dan lahan di desa masing-masing. 

Pendampingan bagi  kelompok masyarakat di lima desa tersebut sambung Mokhtar tidak hanya disiapkan untuk mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, namun para kelompok masyarakat ini juga dilatih skillnya juga untuk mengatasi atau menanggulangi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam lainnya seperti banjir, puting beliung, longsor dan sejenisnya.  

“Saya berharap lima desa  y ang mendapat pendampingan ini bisa kembali memberikan pendampingan bagi  kelompok masyarakat di desa lain, sehingga upaya pemerintah untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan dan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam lain seperti banjir, longsor, puting beliung dan sejenisnya bisa maksimal ditanggulangi,” pungkasnya. (ash) 

Berita Terkait