Billboard Jalan Suprapto Ancam Pelintas, Herman Wimpy: Jangan Tunggu Korban

Billboard Jalan Suprapto Ancam Pelintas, Herman Wimpy: Jangan Tunggu Korban

  Senin, 1 February 2016 09:01
HAMPIR LEPAS: Seorang pengendara sepeda motor sedang melintas di bawah billboard yang sebagian sengnya hampir terlepas di Jalan R Suprapto. Sewaktu-waktu, seng yang terlepas tersebut bisa mengancam pengendara yang melintas di bawahnya. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Sejumlah media yang digunakan untuk promosi seperti, reklame dan billboard di Kota Ketapang mengalami kerusakan. Selain merusak pemandangan kota, juga dianggap membahayakan warga, khususnya reklame dan billboard yang ada di jalan.

Seperti halnya billboard yang ada di Jalan R Suprapto. Billboard yang memiliki ukuran sangat besar ini mengalami kerusakan. Beberapa seng pelapis billboard mengelupas dan hampir terlepas. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan menimpa warga yang sedang melintas.Kerusakan Billboard yang terbuat dari besi dan seng ini sudah berlangsung selama satu pekan belakangan. Namun hingga saat ini belum juga mendapat pehatian dan perbaikan dari pihak berwenang. "Bahaya, apalagi saat ini musim hujan dan angin juga," kata salah satu warga yang melintas di Jalan R Suprapto, Taufiq (34), kemarin (31/1).

Sesepuh masyarakat Ketapang, Herman Wimpy, menyayangkan hal tersebut yang terkesan terbiarkan. Menurutnya, kerusakan tersebut harus segera diperbaiki sebelum mencelakai warga. "Itu dapat membahayakan, apalagi itu berada di jalan protokol yang ramai pengendara. Jadi, segera diperbaiki sebelum ada korban," pintanya.

Menurutnya, saat ini kondisi cuaca sedang tidak menentu. Dia menambahkan, kadang hujan disertai angin kencang melanda kabupaten ini. Barang yang awalnya baik, dikatakan dia, bisa saja rusak jika terkena hujan yang disertai angin kencang, apalagi barang yang sudah rusak. Jadi, ia kembali menegaskan agar pihak terkait segera memperbaiki kerusakan tersebut."Jadi, jangan menunggu korban baru bekerja, harus sigap dan aktif mengawasi apa yang menjadi tugas pihak terkait. Jadi kalau ada persoalan seperti ini, baik itu pihak Dispenda maupun Satpol PP Ketapang dapat segera menanganinya," tegasnya.

Sementara itu, kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Ketapang, Marwan Noor, menjelaskan, sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2013, persoalan billboard yang rusak merupakan tanggung jawab Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkannya. "Jadi kalau soal bilboard tugasnya Satpol PP, karena Perbup sudah dikoordinasi ke Satpol PP Ketapang," katanya.

Namun ia tidak mempermasalahkan jika ada pihak-pihak yang berkoordinasi mengenai hal tersebut kepada mereka, lantaran ia menilai untuk membangun daerah harus bersama-sama. "Nanti koordinasi saja ke Satpol PP, karena sudah ada Perbup yang mengaturnya," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait