Bijak Sikapi Gerhana

Bijak Sikapi Gerhana

  Kamis, 10 March 2016 09:20
SALAT GERHANA: Umat muslim di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, saat mendengarkan tausiyah mengenai gerhana matahari di Masjid Al Qudsi. RULI HUMAS FOR PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SUKADANA- Fenomena alam gerhana matahari total pada, Rabu (9/3) pagi kemarin, disambut sejumlah warga dengan melakukan salat gerhana.  Usai salat, warga juga ikut menyaksikan proses terjadinya gerhana di halaman masjid Al Qudsi, Sukadana. Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid juga ikut menyaksikan.

Kegiatan ini sengaja dilakukan oleh pemuka agama Islam Sukadana sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat Tuhan, serta untuk menanamkan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak terjebak pada cerita rakyat yang sedikit banyak masih terdengar di kalangan orang tua.

Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid, mengungkapkan fenomena ini merupakan murni kehendak tuhan dan harus disikapi dengan bijak. “Terjadinya fenomena ini merupakan kehendak Tuhan, yang mana kita harus syukuri dan terus memanjatkan doa kepadaNya. Dan harus disikapi dengan bijak, agar tidak ada yang melakukan hal-hal yang menyimpang saat terjadinya gerhana,” katanya, usai salat berjemaah di Masjid Al-Qudsi.

Sementara itu, salah seorang tokoh agama setempat, Samadikun yang sempat memberikan khutbah sebelum pelaksanaan salat gerhana menuturkan, sudah selayaknya seluruh umat muslim melaksanakan ibadah seperti yang sudah diajarkan oleh agama, dan menghindari perbuatan syirik seperti yang sudah dilakukan para leluhur. 

“Kita harus dapat mensyukuri atas apa yang terjadi. Salah satunya dengan menunaikan salat gerhana berjemaah di Masjid,”ucapnya.

Sejumlah warga Kayong Utara terlihat antusias dalam menyaksikan proses terjadinya gerhana ini.  Bahkan mereka menyempatkan diri mengabadikan peristiwa langka ini dengan lensa kamera serta telepon seluler mereka. (dan/Humas)

Berita Terkait