Bijak Kelola Bonus

Bijak Kelola Bonus

  Senin, 2 November 2015 08:02

Berita Terkait

Mendapatkan bonus dari perusahaan atau tempat bekerja, tentu jadi satu yang menyenangkan. Apalagi bila bonus tersebut memang sesuatu yang dinanti-nantikan. Bahkan mungkin sudah ada yang mulai merencanakan apa saja yang akan dibeli saat bonus cair. Eits, Anda jangan kalap dulu. Ada baiknya memperhatikan strategi keuangan sebelum uang habis percuma. Oleh : Marsita Riandini

Berbagai cara perusahaan melakukan strategi untuk meningkatkan kinerja karyawannya. Salah satunya dengan menerapkan sistem bonus. Bonus menjadi pembayaran tambahan di luar upah atau gaji. Harapannya, karyawan terdorong untuk  lebih giat bekerja dan semakin maksimal.Makin tinggi keuntungan yang diperoleh, makin besar bonus yang diberikan pada pekerja. Demikian yang disampaikan oleh Dr. Helma Malini, MM kepada For Her. “Bonus ini diterapkan oleh perusahaan agar mencapai target yang diharapkan. Namun tidak semua tempat kerja memberikan bonus untuk karyawannya,” ulas dosen Ekonomi Untan ini.

 

Tujuan memberikan bonus kata dia, umumnya ingin mengukur kinerja karyawannya, sebagai reward atas keberhasilan karyawan. Juga menjadi motivasi untuk semakin giat lagi. “Pada perusahaan tertentu kadang harus mencapai target agar klien senang bekerja sama. Nah mereka menerapkan bonus agar target bisa tercapai. Biasanya ini lebih banyak pada bagian marketing, arsitektur maupun asuransi,” timpalnya.

 

Bonus yang diberikan beragam. Ada yang berbentuk uang, ada pula yang berbentuk liburan. Bahkan ada yang berupa penambahan kepemilikan saham. “Ini disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan jabatannya,” katanya.

 

Bagi mereka yang mendapatkan bonus berupa uang, maka ada beberapa pertimbangan untuk mengolah uang bonus ini. Meskipun tidak ada salahnya menggunakan seluruh bonus tahunan sebagai dana rekreasi. Tetapi jika masih bisa disisihkan untuk ditabung atau diinvestasikan, tentu ini ada baiknya untuk keuangan Anda.

 

Jadi sebelum terlanjur habis, buatlah anggaran untuk bonus yang akan diterima. “Kadang khan perusahaan memberikan bonus sesuai dengan kinerja. Minimal biasanya tiga bulan gaji. Kalau hanya satu bulan gaji, biasanya ini pemberian karena perusahaan tersebut tidak mencapai target yang diinginkan,” paparnya.

 

Sebelum membuat perencanaan, yang harus diingat bahwa apakah bonus tersebut sudah pasti atau tidak. Jika sudah pasti, maka silahkan saja untuk merencanakan sesuai dengan bonus yang didapatkan. Kalau belum pasti, tidak ada salah pula merencanakan asalkan tidak terlalu berharap. “Kalau belum pasti, jangan buru-buru sampaikan ke keluarga, ataupun ke anak. Jangan keburu janji, khawatir ternyata bonus yang diharapkan tidak ada,” ungkapnya.

Sekalipun bonus pasti didapatkan, tetap saja sebaiknya tidak berhutang membeli barang-barang, dengan harapan bisa ditutupi dengan bonus. “Lebih baik membelanjakannya atau menggunakannya itu ketika uang sudah di tangan, misalnya kredit ini itu, yang nantinya bisa mengganggu anggaran bulanan yang sudah ditetapkan,” sarannya.Silahkan saja untuk memanfaatkan uang bonus untuk investasi. Namun biasanya jumlah bonus tidaklah terlalu besar, sehingga bentuk investasi Anda pun harus menyesuaikan bonus yang diperoleh. “Misalnya ingin investasi emas, silahkan saja. Tapi kalau investasinya emas dalam bentuk perhiasan itu akan rugi. Nilai jualnya akan turun. Belum lagi dipotong dengan upah,” pungkas Helma. **

 

 

 

Berita Terkait