Big Sam pun Malu Mengancam

Big Sam pun Malu Mengancam

  Minggu, 10 April 2016 10:19

Berita Terkait

SUNDERLAND – Lupakan Sam Allardyce yang doyan mengkritisi pelatih-pelatih asing  di Premier League. Penyebabnya, di akhir pekan ini Big Sam –julukan Allardyce– tidak menghadapi pelatih non Inggris seperti Mauricio Pochettino, Arsene Wenger, Louis van Gaal maupun Manuel Pellegrini. 

Hadirnya Claudio Ranieri bersama armada Leicester City-nya di Stadium of Light malam nanti sudah cukup membungkam mulut besar Big Sam. ”Jangan berharap banyak Sunderland mampu mengalahkan Leicester,” ujar pelatih berusia 61 tahun itu sebagaimama dikutip di Goal.  

Allardyce tidak menghitung keberhasilan Lee Cattermole dkk yang mengalahkan Manchester United 2-1, 13 Februari lalu. Faktanya, hanya United klub top six yang bisa ditumbangkan di Stadium of Light. Itu tidak bisa menutupi kelemahan The Black Cats – julukan Sunderland – saat main di kandang sendiri. 

Sebab, 60 persen kekalahan Sunderland musim ini terjadi di kandangnya sendiri. Pelatih berusia 61 tahun itu menganggap ancaman dari Leicester bakal lebih berbahaya ketimbang dari United. ”Mereka punya (Jamie) Vardy dan (Riyad) Mahrez yang sama-sama masuk dalam daftar top scorer Premier League,” pujinya. 

Vardy dengan koleksi 19 gol, sedangkan Mahrez 16 gol. ”Dan saya merasa bakal sangat sulit mematahkan rekor cleansheet yang sudah mereka lakukan dalam empat laga terakhirnya,” lanjut pelatih yang belum sekalipun membawa klub Inggris meraih juara di 25 tahun dia berkiprah sebagai pelatih itu. 

Allardyce sadar, tidak ada satu pun bursa taruhan yang berani menjagokan skuad asuhannya memenangi laga tersebut. Hanya, jika dia bisa memperbaiki performa anak asuhnya seperti pada laga melawan West Bromwich Albion yang berakhir imbang tanpa gol pekan lalu (2/4), minimal timnya masih bisa memberi Leicester rasa waswas.

Catatan 66,6 persen akurasi tendangan di laga tersebut menjadi catatan terbaiknya di empat laga terakhir Premier League. ”Kalau itu terjadi, maka peluang bagi kami. Apa Anda menyangka kami bisa mengalahkan United? Semoga Anda tidak akan menyangka jika kami bisa menang atas Leicester,” sebutnya. 

Dalam situs resmi Leicester, Ranieri tidak mau berandai-andai sejauh apakah poin di Stadium of Light bisa mendukung laju timnya merengkuh gelar juara. Ranieri menilai Sunderland tetaplah Sunderland, klub yang bisa menyulitkan klub papan atas. ”Pemain sudah saya beritahu, fokus saja ke Sunderland, anggap ini laga yang berat,” ungkap The Tinkerman, julukan Ranieri. 

Kabar bagusnya, The Foxes –julukan Leicester– mendapat suntikan baru di lini pertahanannya. Bek kiri Jeffrey Schlupp sudah kembali ke skuad setelah cedera lututnya pulih. Akan tetapi, Ranieri yang sejauh ini mencatat 59,46 persentase menangnya untuk Leicester itu belum berani memaksakan Schlupp.

”Saya akan menentukan apakah dia (Schlupp) masuk dalam susunan pemain atau tidak setidaknya pada Minggu pagi (waktu setempat),” harapnya. Tanpa bek berkewarga negaraan Ghana itu, Ranieri tidak perlu khawatir karena Christian Fuchs tetap konsisten mainnya di posisi itu.

Fuchs bersama Wes Morgan, Robert Huth dan Danny Simpson akan menjadi bak tembok tebal bagi lini serang Sunderland. Kiper Kasper Schmeichel pun menyerukan ke back four-nya itu agar tetap fokus. Pemain yang merupakan putra penjaga gawang legendaris United Peter Schmeichel itu membidik clean sheet kelima beruntun. 

Lima clean sheet akan menjadi clean sheet terpanjang klub yang sahamnya dimiliki pengusaha Thailand bernama Vichai Srivaddhanaprabha tersebut musim ini. ”Bermain di  belakang back four seperti mereka membuat saya tenang. Mereka seolah-olah melempar tubuh mereka untuk menghalau setiap serangan lawan,” katanya. (ren/ham)

Berita Terkait