Bidik Pasar Online

Bidik Pasar Online

  Kamis, 10 December 2015 09:45
Dian Sastro. Foro Kapan LAGI

JAKARTA—Sukses di dunia peran tidak membuat Dian Sastrowardoyo puas. Sebaliknya, pemain film Ada Apa Dengan Cinta ini ingin mengasah kemampuannya di bidang lain. Dian memilih untuk menjajal dunia bisnis. Istri pengusana Maulana Indraguna Sutowo itu memutuskan membidik pasar online.

”Awalnya saya jadi pelanggan. Setelah punya anak baru saya rintis sendiri,” ujar pemeran Cinta, saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/12). Dian memilih berjualan perlengkapan bayi, busana muslim, hingga kuliner sehat untuk mereka yang ingin diet. ”Dari ringan-ringan. Kesininya mulai catering,” ujarnya.Diakui Dian, tidak mudah menjadi pebisnis. Menurutnya, saat awal merintis, keuntungannya masih kecil.

Tak jarang, Dian diledek sang suami terkait usahanya itu. ”Suami suka ketawain saya, kamu ngapain sih repot-repot penghasilan tak seberapa juga. Katanya dia begitu,” ceritanya.Namun, satu demi satu usahanya untuk mengembangakn bisnis online miliknya itu mulai menunjukkan hasil. ”Eh, pas sukses dia bangga. Karena aku mau nyoba dia kagum keuletan kami sebagai ibu rumah tangga mulai dari bisnis kecil," terang Dian lagi.

Menurut Dian, usaha apapun selama itu dijalaninya dengan maksimal pastinya memiliki hasil. Berapapun modalnya jika dijalani dengan konsep yang matang semua pasti menghasilkan.Atas perjuangan itupula, Dian sempat disebut-sebut sebagai online Preneur.  ”Yang mahal itu kan keuletan, pantang menyerah. Belajar melihat omzet bulanan, itu kan proses belajar terus-menerus. Penjualan ini kok kurang kenapa ya? Secara politik atau dollar gimana? Kita ibu-ibu jadi makin pintar karena analisa itu,” bebernya.

Walaupu kini telah mendapatkan hasilnya, Dian tetap rendah hati. ”Kalau sendiri sih nggak papa. Tetapi kalau sudah punya karyawan harus berani rugi dulu,” jelasnya.Sama halnya ketika Lebaran tiba, Dian harus mengeluarkan biaya ekstra untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) pada pegawainya. ”Pemilik bisnis , ketika lebaran, bukannya dapat THR, malah mengeluarkan THR. Ketika hari raya, biasanya saya banyak nombok karena mau kasih penghargaan untuk pegawai,” akunya. (ash)