BIC Gelar Gebyar Tunas Bangsa Sambas

BIC Gelar Gebyar Tunas Bangsa Sambas

  Selasa, 3 November 2015 10:57
PEMBICARA: Wakil Bupati Pabali Musa, Pengawas SMA Dinas Pendidikan Eni Dewi Kurniawati, Kabid UMKM Disperindagkop Fatma Aghitsni, bersama dua tokoh Tunas Bangsa, didaulat menjadi pembicara dalam Seminar Tunas Bangsa Sambas Menghadapi MEA, Minggu (1/11). HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

SAMBAS – Bina Insan Center (BIC) menggelar Gebyar Tunas Bangsa Kabupaten Sambas. Kegiatan digelar di Aula Kantor Bupati Sambas, Minggu (1/11).Salah satu agenda kegiatan mereka adalah Seminar Tunas Bangsa Sambas Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Seminar ini sendiri mendaulat Wakil Bupati (Wabup) Sambas Pabali Musa sebagai pemateri, bersama pengawas SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Dr Eni Dewi Kurniawati; kepala Bidang UMKM Disperindag Kabupaten Sambas, Fatma Aghitsni; serta dua pelajar tokoh Tunas Bangsa dari Forum Rohis Kabupaten Sambas (FORISKA). Kegiatan itu sendiri dipandu Hifza Hamdan, pendiri dan direktur pertama BIC yang juga dosen IAIS M Tsjafioeddin Sambas.

“Alhamdulillah, kegiatan Gebyar Tunas Bangsa Sambas disambut antusias oleh beberapa sekolah. Buktinya, tidak kurang 400 pelajar dari 22 sekolah baik tingkat SMA/MA/SMK maupun SMP/MTs memadati ruang Aula Bupati Sambas,” ungkap Ketua Panitia, Ahmad Sholahuddin. Pihaknya berharap dengan dilaksanakannya Gebyar Tunas Bangsa Sambas ini akan melahirkan pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang tangguh. “Terutama dalam rangka menghadapi MEA dan menyongsong masyarakat Kabupaten Sambas menjadi masyarakat terunggul pada 2025,” kata Irma Vita Furi, direktur BIC Kabupaten Sambas.

Sementara Wabup Pabali Musa juga mengungkapkan kebanggan tersendiri ketika menghadiri acara Gebyar Tunas Bangsa Sambas. “Saya bangga dengan pelajar yang hadir hari ini, karena di hari libur seperti Hari Minggu ini, tetap memanfaatkan waktu untuk menambah wawasan dalam acara ini, karena memang untuk menghadapi MEA tidak ada waktu lagi untuk main-main dan berleha-leha,” kata Wabup.

Wabup juga menyampaikan empat kunci sukses kepada Tunas Bangsa yang hadir untuk menghadapi MEA. Pertama, dia berpesan agar mereka mengetahui lebih banyak dari orang lain; Kedua, bekerja lebih keras dari orang lain termasuk belajar; Ketiga, berpamrih lebih sedikit dari orang lain; dan Keempat, taat lebih hebat dari hari kemarin. “Hanya intan yang bisa mengalahkan intan, dengan kata lain, hanya orang terbaik yang bisa mengalahkan yang terbaik,” ujar Wabup sedikit berpepatah.

Siap atau tidak, pelajar selaku tunas bangsa, diingatkan Fatma Aghitsni, kepala Bidang UMKM Disperindag Kabupaten Sambas, untuk siap dalam menghadapi MEA. “Tunas bangsa harus memiliki peran strategis dalam menghadapi MEA. Salah satu cara menghadapi MEA adalah menyiapkan tenaga kerja terampil yang memiliki skill yang mumpuni, agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing nanti. Sebab bukan hanya barang yang bebas keluar-masuk, namun juga orang,” katanya.

Di luar ruang Aula pun beragam stan hasil karya Tunas Bangsa yang dipamerkan. Sebelum seminar dimulai, para pemateri menyempatkan diri melihat stan dan berdialog dengan para pelajar, salah satunya Eni Dewi Kurniawati, pengawas SMA Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas. “Saya kagum dengan hasil karya tunas bangsa kita, saya kira yang dipamerkan itu hasil karya dari luar Sambas,” kata Eni.Di sela-sela menyampaikan materi, Eni mengaku salut dengan peserta yang hadir. “Saya lihat panitia menambah kursi, karena ada beberapa peserta yang tidak mendapat tempat duduk. Memang luar biasa antusias para tunas bangsa kita,” katanya dan disambut tepukan gemuruh oleh para peserta. (har)