Biaya Membengkak, Pasien Korban Perampokan Keluar

Biaya Membengkak, Pasien Korban Perampokan Keluar

  Sabtu, 31 Oktober 2015 09:22
BANTU: Ketua PMII Cabang Singkawang Ainul Yakin didampingi Ketua LSM Lingkungan Hidup Uray Albert menyerahkan sumbangan aksi kemanusian kepada pasien korban perampokan. FOTO AIRIN FITRIANSYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Korban perampokan di lokasi Domfeng Gudang Garam, Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan sudah keluar dari rumah sakit. Didampingi perwakilan mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat Kota Singkawang. Airin Fitriansyah, SINGKAWANG

14.30 Wib, M Iswandi (51), Jumat (30/10) tertatih keluar dari Rumah Sakit Harapan Bersama Kota Singkawang. Dia didampingi perwakilan mahasiswa serta LSM Kota Singkawang. Sebelumnya, seperti dituturkan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Singkawang Ainul Yakni, sumbangan aksi kemanusian terhadap pasien korban perampokan sudah diserahkan langsung kepada korban.

"Bantuan aksi kemanusian yang kami lakukan hanya membantu seadanya. Meskipun dana yang terkumpul tidak mencukupi biaya rumah sakit, Tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin," ucap dia, kepada Pontianak Post.Dia mengatakan kepada pasien korban perampokan agar bersabar atas musibah yang telah dialami. Sehingga dengan adanya kesabaran diharapkan korban bisa melakukan upaya dan berusaha agar semangat bangkit kembali.

Ia menuturkan bantuan tersebut merupakan hasil partisipasi dan kepedulian masyarakat. Sehingga dana bisa terkumpul dengan baik meskipun tidak mencukup untuk biaya pengobatan di rumah sakit.

"Semoga bantuan dana seadanya ini bisa meringankan biaya pengobatan. Serta doa agar cepat sembuh yang bisa kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia," ungkapnya.

Iswandi mengatakan terima kasih kepada mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat dan warga Kota Singkawang yang telah membantu.

"Kondisi saya sekarang sudah lebih baik. Jika terlalu lama di rumah sakit biaya perawatan akan semakin besar. Jadi saya memutuskan untuk rawat jalan," terangnya.

Dia mengungkapkan, biaya perawatan hampir Rp 4 juta. Sehingga dirinya harus mencari bantuan dana pinjaman kepada teman terdekat. Sebagai jaminan agar bisa keluar dari Rumah Sakit Harapan Bersama Kota Singkawang.

Ia menuturkan bantuan dana pinjalam sudah didapatkan. Sedangkan bantuan aksi kemanusian yang digalang para mahasiswa akan digunakan untuk biaya pengobatan.

"Meskipun dana sumbangan tidak mencukupi biaya rumah sakit. Tapi saya sangat berterima kasih atas kepedulian saudara. Semoga allah yang maha kuasa bisa membalas kebaikan kalian semua," ungkap dia sebelum pulang ke rumah temannya di Roban, Kecamatan Singkawang Tengah.

Ketua LSM Publik Lingkungan Hidup Uray Albert, SH., menambahkan kejadian perampokan yang berada di lokasi domfeng tersebut harus segera dituntaskan. Tersangka perampokan RO, sudah ditahan Polisi Sektor Singkawang Selatan.

"Kasus perampokan yang terjadi di lokasi domfeng bisa ditangani pihak kepolisian. Apalagi tersangka adalah karyawan dongfeng yang telah merusak lingkungan. Jika diperlukan kasus ini dikembangkan terkait perampokan dan tambang emas ilegal tanpa izin," pungkas dia.

Albert menyatakan kejadian perampokan diharapkan tidak terulang kembali. Ini semua bisa terjadi karena minim lapangan pekerjaan. Sehingga tindak kejahatan selalu terjadi di Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan pemerintah terkait bisa memberikan pembinaan terhadap masyarakat. Serta petugas kepolisian juga memberikan penyadaran hukum kepada generasi muda terhadap tindak kejahatan di Kota Singkawang. (*)

Berita Terkait