Biasakan Diri Membuat Target

Biasakan Diri Membuat Target

  Senin, 1 February 2016 09:05

Berita Terkait

Berbagai perusahaan kerap menerapkan target kepada karyawannya. Tujuannya tentu saja agar kinerja berjalan maksimal. Itulah pentingnya membiasakan diri memiliki target, agar tidak kagok lagi jika menghadapi situasi seperti itu dalam dunia kerja. Oleh : Marsita Riandini

Manusia hidup selalu berkembang. Itulah sebabnya mereka harus punya mimpi. Untuk mencapainya, tentu mereka harus punya rencana. Inilah yang dinamakan target. Demikian yang disampaikan oleh Psikolog H. Armijn Ch. S. Besman, S.IP, S.Psi kepada For Her. “Jika tidak ada target dalam hidup, maka hidup tidak berkembang, hanya stabil,” ulasnya.

Demikian juga dalam pekerjaan. Agar karir semakin baik, maka perlu menetapkan target. Tak hanya menunggu target yang ditetapkan perusahaan saja. “Jika hanya menunggu target dari kantor, kapan berkembangnya. Bahkan sebenarnya kita harus memiliki target melebihi dari target yang diberikan oleh perusahaan,” ujar dia.

Memiliki target yang lebih tinggi dari perusahaan, maka keuntungannya Anda tidak hanya fokus pada satu target saja. “Jika target kita ternyata gagal, maka masih ada target dari perusahaan. Siapa tahu bisa tercapai,” beber dia. Jika kantor tak menetapkan target, sementara Anda juga tak memiliki target, maka pekerjaan akan begitu-begitu saja. Tidak ada proses untuk mencapai sesuatu yang lebih. “Pekerjaan itu-itu saja, jika pekerjaan sudah selesai, bengong, tidak ada nilai lebih,” beritahunya.

Mencapai sebuah target, memang tak sederhana. Ada proses pemikiran, perencanaan, hingga pelaksanaan. Jika terbiasa dengan itu, maka akan lebih mudah mencapai target-target berikutnya. “Setiap orang harus menetapkan targetnya. Target itu penting sekali, agar orang memiliki tujuan yang ingin dicapai,” ucap dia.

Jika sudah memiliki target, ukurlah kemampuan diri. Sejauh mana Anda mampu melaksakan target tersebut. Kemampuan diri itu bisa berupa fisik, mental, ekonomi, dan lainnya. Jika sudah siap, maka buatlah rencana apa yang akan dilakukan untuk mencapai sebuah target. “Untuk urusan kerja, usahakan target yang ingin dicapai lebih cepat dari yang diinginkan perusahaan. Tentukan berapa lama ingin mencapai target tersebut, tentu saja disesuaikan dengan keadaan,” ulas Armijn.

Langkah pasti untuk melaksanakan rencana yang sudah dibuat adalah hal penting untuk mencapai target. Tentukan langkah-langkahnya seperti apa, agar sesuai dengan target yang diharapkan. “Setelah itu kembali melakukan pengukuran kemampuan. Kemudian lihat apa bisa mendapatkan dukungan lain. Seperti dari teman, rekan kerja, keluarga, dan hal lainnya yang semakin membantu Anda mencapai target,” ujar dia.

Contoh sederhananya, lanjut Armijn seseorang yang ingin memiliki sebuah handphone dengan harga Rp 1,8 juta. Uang yang dimilikinya hanya satu juta rupiah. Itu artinya masih kurang 800 ribu rupiah. “Mimpi sudah ada, dia pun harus mengukur diri. Untuk mendapatkan uang 800 ribu itu darimana. Kalau dia bekerja, berarti dia tahu dari mana dia bisa mendapatkan uangnya,” papar dia.

Selanjutnya perencanaan. Harus tahu berapa lama dia bisa mengumpulkan uang tersebut. “Menentukan rencana yakni akan menabung untuk menambahkan sisa kekurangan uangnya. Kemudian menentukan langkah dengan menabung setiap bulannya,” terang dia.  Jika ternyata dalam target dua bulan, uang belum juga terkumpul. Atau hanya terkumpul Rp 1,6 juta, itu artinya dia bukan gagal, tetapi perlu waktu lagi untuk mencukupinya. “Jika ternyata target tidak berhasil, jangan lantas putus asa. Hargai setiap proses yang dilalui,” pungkas Armijn menyemangati. **

Berita Terkait