BGA Peduli Pemulihan Dampak Asap

BGA Peduli Pemulihan Dampak Asap

  Selasa, 10 November 2015 11:20
PERIKSA WARGA: Salah satu dokter memeriksa warga di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, pada kegiatan Pemulihan Dampak Asap, Bakti Kesehatan Bumita, kemarin (9/11). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

KETAPANG – Setelah melakukan pelayanan kesehatan keliling di sepuluh desa di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group melanjutkan kegiatan pemulihan dampak asap ini ke wilayah Kalimantan Barat. Salah satunya tentu saja di Kabupaten Ketapang.Melalui program yang telah dimulai sejak 5 November lalu, mereka langsung bergerak menjelajah 17 desa di enam kecamatan. Enam kecamatan tersebut yakni Delta Pawan, Matan Hilir Utara (MHU), Marau, Tayap, Sungai Melayu Rayak, dan Kendawangan. Kegiatan ini berlangsung selama delapan hari dan akan berakhir pada 13 November.

Bakti Kesehatan Bumitama secara resmi dibuka oleh kepala Staf Kodam (Kasdam) XII/Tanjungpura, Brigjend TNI Aris Martono Haryadi. Kasdam melepas rombongan tim medis di Makodim 1203/Ketapang, Senin (9/11) pagi. Selanjutnya, Kasdam, langsung meninjau salah satu titik pengobatan di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan.

Kegiatan ini terlaksanakan berkat kerja sama antara PT BGA dengan Kodam XII/Tanjungpura dan Yayasan ASRI Ketapang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak kabut asap yang berkepanjangan.

GM PT BGA, Kamsen Saragih, mengungkapkan bagaimana kondisi lingkungan, terutama kualitas udara yang menurun akibat kabut asap yang berkepanjangan, sangat memengaruhi kualitas kesehatan masyarakat. Berdasarkan data BNPB per-27 September 2015, tercatat 11.522 jiwa telah terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berdasarkan data BNPB. Hal inilah yang memicu mereka untuk terus melanjutkan kepeduliannya melalui program Pemulihan Dampak Asap, Bakti Kesehatan Bumitama. Dalam program ini, bersama relawan, mereka memberikan pelayanan kesehatan dalam bentuk pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, pengobatan, konsultasi KB, pemberian vitamin dan makanan tambahan, serta pemberian penyuluhan dan sosialisasi tentang perilaku gaya hidup sehat.

Kegiatan ini menggerakkan lebih dari 20 relawan yang berasal dari staf dan karyawan BGA, baik dari kantor pusat maupun dari kantor wilayah. Mereka menggandeng TNI dan Kepolisian, serta masyarakat desa setempat, yang sangat antusias membantu terlaksananya kegiatan ini. "Direncanakan akan berlangsung di 17 lokasi, baik di desa-desa Kecamatan Kendawangan, Marau, Sungai Melayu Rayak, MHU, Tayap, dan Delta Pawan," katanya.

Ia menjelaskan, pemulihan dampak asap masih perlu dilakukan, karena selama tiga bulan ini masyarakat sudah menghirup akumulasi udara penuh asap secara terus-menerus. Hal ini, dikhawatirkan dia, dapat menimbulkan dampak kesehatan serius. Dukungan dan partisipasi seluruh pihak, baik pemerintah, swasta dan masyarakat sangat diharapkan untuk menangani dampak bencana ini. "Meskipun hujan sudah turun dan kabut asap sudah tidak ada lagi, tapi ada dampak dari kabut asap itu. Oleh karena itu, diperlukan penanganan bagi korban kabut asap, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Karena berdampak panjang," jelasnya.

Pangdam XII/Tanjungpura melalui Kasdam Brigjend TNI Aris Martono Haryadi, secara resmi membuka Bakti Kesehatan Bumitama. Dalam sambutannya, Kasdam mengatakan jika pengobatan terhadap korban kabut asap tersebut merupakan juga serangkaian dari HUT TNI. "Ini merupakan satu rangkaian HUT TNI. Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan di semua wilayah di Kalbar. Termasuk juga koordinasi dengan PT BGA untuk mengadakan pengobatan dampak kabut asap ini," katanya.

Ia berharap agar mereka mendatangi masyarakat yang tidak mampu untuk hadir ke lokasi pengobatan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang datang untuk berobat. "Layani dengan baik. Mudah-mudahan lebih banyak lagi masyarakat yang diobati. Tidak hanya yang terkena ISPA, tapi semua yang ingin berobat, layani dengan baik," harapnya.

Sementara sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, Mansyur, mengatakan jika Pemkab tetap memberikan sambutan yang sangat baik terhadap kegiatan tersebut. Karena, menurutnya, peran serta pihak swasta seperti inilah yang diharapkan pemerintah dalam menanggulangi dampak kabut asap. "Terimakasih kepada perusahaan dan pihak-pihak yang ikut peduli terhadap bencana kabut asap ini," ucapnya. (Ser)