Beton Parit Bukit Semboja Jebol , Belasan Rumah Kebanjiran

Beton Parit Bukit Semboja Jebol , Belasan Rumah Kebanjiran

  Sabtu, 6 February 2016 09:17
BANJIR LUMPUR : Akibat kerusakan drainase di turunan bukit semboja Kabupaten Sanggau, rumah warga terendam banjir lumpur selama satu jam. Badan jalan juga digenangi oleh air. (sugeng/pontianakpost)

Berita Terkait

Hujan turun lebat Jumat (5/2) malam. Disertai angin kencang dan petir serta guntur sekira pukul 18.00. Aktivitas Sanggau lumpuh total. Listrik padam pun membuat Sanggau seperti kota mati. Tak sampai disitu, belasan rumah di daerah Bukit Semboja ternyata kebanjiran akibat jebolnya beton parit diturunan Jalan Semboja. SUGENG GONDRONG, Sanggau

Jalan raya terlihat basah. Air dengan derasnya meluber ke badan jalan. Batu dan lumpur juga tidak ketinggalan menutup badan jalan tepat diturunan bukit semboja. Dari kejauhan Nampak derasnya air terhenti disalah satu bagian parit. Beton parit itu jebol diterjang air yang sudah tak menemukan jalannya. Banjir pun tak dapat dihindari. Disudut yang lain, sejumlah warga terlihat sibut menyapu lantai rumah dan mengangkut air. Ya, rumah mereka baru saja kebanjiran disertai dengan lumpur. “Banjir. Lumpur semua,” ujar seorang warga saat harian ini tiba dirumah mereka.

 Abo, 37 tahun. Begitu dia dipanggil. Dia lantas menunjukkan kepada harian ini kondisi rumah beberapa warga yang lantainya tertutup lumpur akibat banjir. Tidak hanya itu, dia juga mengajak harian ini untuk melihat bagian lantai rumah yang retak akibat derasnya arus air. Setlah itu, dia menunjukkan sebuah pagar, tidak jauh dari rumahnya yang nyaris roboh akibat tanah tempat berdirinya pagar itu amrol.

 “Liat tu bang, itu kalau ndak cepat diambil tindakan bisa nimpa rumah ini. Itu tanahnya amrol. Jadi pagarnya ikut amrol, Cuma belum roboh karena bersandar dibagian belakang rumah warga,” ujar dia sembari menunjukkan. Banjir disertai lumpur itu, kata dia, terjadi selama kurang lebih satu jam. Badan jalan didaerah tersebut juga digenangi air karena parit sudah terlanjur sumbat. “Beton parit yang baru diperbaiki tu jebol, makanya air meluap ke jalan terus ke rumah warga. Ada satu jam tadi rumah terendam setinggi betis orang dewasa. Banjirnya juga membawa lumpur. Kami disini saja ada belasan pintu. Belum lagi yang diatas sana,” ungkap pria yang malam itu mengenakan baju kaos dan celana pendek.

 Jalanan menuju rumah warga juga terlihat becek oleh lumpur. Malam itu, warga terpaksa melakukan gotong royong untuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang menutupi lantai rumah dan juga jalan menuju rumah mereka. “Tekanan air dari atas tu besar bang. Arusnya pun sangat deras. Makanya, mungkin betonnya tidak mampu nahan. Sebelumnya kan sudah sumbat juga karena tanah disitu turun,” lanjutnya menambahkan.

 Kepada harian ini, warga mengaku masih khawatir jika hujan kembali turun dengan intensitas yang tinggi, kemungkinan dapat terjadi banjir susulan. “Dari beberapa ruangan rumah juga banyak yang retak akibat banjir. Karena memang sangat deras arusnya. Mudah-mudahan tidak hujan lagi malam ini,” harapnya. Mengenai pagar beton milik Amerta yang nyaris roboh akibat tanah yang menopang pagar tersebut amrol, Abo berharap pemilik mau cepat mengambil tindakan. “Itu tanahnya amrol, pagarnya mau roboh sudah bersandar dibagian belakang rumah. Takutnya kami kalau sampai roboh, habislah rumah-rumah ini,” tambahnya.

 Diakuinya, warga disitu sudah memberitahukan pemiliknya. Dia berharap pemilik pagar tersebut dapat mengambil tindakan secepatnya sebelum pagar tersebut menimpa rumah warga disitu. “Kamis sudah beritahukan. Mudah-mudahan cepat diambil tindakan oleh pemiliknya,” katanya. Sampai dengan pukul 22.00 kemarin malam, banjir yang menggenang terlihat sudah surut dan menyisakan lumpur. Sementara di kanan dan kiri serta badan jalan, masih terlihat air terus meluber membasahi jalan. Kendaraan dari dua arah terlihat berjalan perlahan menghindari percikan air.Dilokasi jebolnya beton parit tersebut malam kemarin telah dipasangi kayu pembatas oleh warga setempat agar air tidak meluber ke jalan. Namun, sepertinya usaha tersebut belum berhasil karena besarnya debit air yang turun dari bukit akibat hujan lebat malam kemarin. (*)

 

Berita Terkait