Beting Bakal Ditata, Stigma Akan Hilang

Beting Bakal Ditata, Stigma Akan Hilang

  Kamis, 14 April 2016 09:38
PENATAAN: Kawasan Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis segera mendapat jatah penataan. Tahap pertama untuk pembenahan geretak, parit dan pasar segera dikucurkan Rp16 miliar. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Penataan kawasan Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur tak lama lagi akan dikerjakan pembangunannya. Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menuturkan, untuk pembangunannya, pemkot diberi kucuran dana Rp16 miliar di tahap pertama dengan fokus pada penataan gertak dan parit.

“Kami sudah rapat bersama Kementerian PU dan Perumahan Rakyat bahwa tahun ini proses lelang bisa dimulai. Untuk penataan kawasan Beting, total dana tahap pertama Rp16 miliar. Selain penataan gertak dan parit, kami juga menata masjid dan perapian pasar,” ucapnya, Rabu (13/4).

Apabila semua telah direalisasikan, Edi meyakini ke depan kawasan Beting secara kualitas dan kerapian akan lebih baik dari saat ini. Rencananya pembangunan tahap pertama akan dimulai 2016 secara berkelanjutan. “Penataan ini secara berkelanjutan. Total dana dari kementerian Rp34 miliar. Tahun ini dikucurkan Rp16 miliar dulu,” tukasnya.

Mengenai konsep, dijelaskan Edi, tetap mengacu water front city. Dalam penataannya nanti, tidak ada pembongkaran rumah penduduk. Hanya saja rumah-rumah yang tak layak huni akan direhab agar secara keseluruhan tempat ini enak dilihat. Mengenai perehaban rumah tak layak huni, kebetulan ada programnya. “Jadi kami akan mengembalikan rumah-rumah itu ke fungsi awalnya,” ungkapnya.

Mengenai akses mobilitasnya, nanti bisa melalui darat dan sungai. Pihaknya juga membuat sanitasi komunal terutama untuk mengatasi persoalan limbah dan sampah di daerah pasang surut, agar tidak mencemari lingkungannya.

Putra Mahkota Istana Kadriah, Syarif Melvin Al Qadrie menyambut baik wacana Pemerintah Kota Pontianak yang melakukan penataan kawasan istana dan Kampung Beting. “Ini kabar baik. Kawasan Kampung Beting selama ini belum pernah disentuh, terutama pembangunan atau kegiatan tentang kemasyarakatan,” ujarnya.

Apabila kawasan ini telah ditata, diprediksi dapat menghilangkan stigma Beting yang saat ini masih dicap sebagian masyarakat sebagai zona merah. Perlu diketahui, di Beting banyak tokoh masyarakat, ustaz dan ulama terkenal. Namun, akibat perbuatan segelintir oknum kawasan ini justru dicap jelek. “Dengan wacana ini, mudah-mudahan ke depannya stigma ini dapat dihilangkan,” katanya. 

Dalam penataan Beting, ia berharap pemerintah dapat fokus pembangunan barau dan parit. Intinya pembangunan tersebut dapat mengembalikan citra dari asal mula kampung tersebut. “Dulu rumah-rumah di Beting berdiri di atas air. Rumah ini dapat naik dan turun mengikuti pasang surut air,” terangnya.

Hal positif lain tambah Pangeran, kawasan Beting dapat jadi salah satu objek wisata bagi wisatawan ketika ke Pontianak. Kesemua itu dapat tercapai dengan syarat, pemerintah dapat mengembalikan nilai budayanya. “Untuk ke sini, ada baiknya pemerintah buatkan perahu lancang kuning. Dulu kalau ada tamu dari luar, di bawa menggunakan perahu. Jadi ada dua jalur alternatif yangbisa ditempuh, bisa melalui sungai atau darat,” ungkapnya. 

Hal senada juga dikatakan warga Kampung Beting, Lena Triana. “Penataan Kampung Beting bagus, berarti pak wali menanggapi dan merespon keluhan masyarakat. Saat ini sebagian warga masih menilai Beting sebagai kawasan zona merah. Kalau diibaratkan, Beting ini masih jadi anak tiri. Dengan wacana ini, saya berharap ke depan stigma negative terhadap Beting sedikit demi sedikit pudar,” terangnya.(iza)
 

 

Berita Terkait