Berusaha di Jasa Penitipan Anak ,Orangtua Sibuk, Anak Tetap Terjaga

Berusaha di Jasa Penitipan Anak ,Orangtua Sibuk, Anak Tetap Terjaga

  Rabu, 24 February 2016 07:57

Berita Terkait

Peluang bisnis bisa diambil dari sektor mana saja. Salah satunya dibidang jasa penitipan anak. Pilihan kedua orang tua untuk bekerja menyebabkan dari waktu ke waktu, kebutuhan jasa penitipan anak semakin banyak. Oleh : Marsita Riandini

SEJUMLAH anak tampak sedang menikmati tidur siangnya di Taman Anak Sejahtera (TAS) Ahmad Yani Pontianak. Ada sekitar 82 orang dengan dari beragam usia. Mulai dari bayi hingga balita, yang terdiri dari perempuan juga laki-laki.TAS yang dulunya bernama tempat penitipan anak ini sudah ada sejak tahun 1960-an. Berdirinya tempat penitipan anak ini lantaran kepedulian dari istri Dr. Soedarso terhadap sekolah menengah atas yang belum seperti yang diharapkan.

Bekerjasama dengan dinas sosial dan dinas pendidikan kala itu, ia pun mengundang mahasiswa lulusan dari Universitas Gadjah Mada untuk mengajar di yayasan yang didirikannya yakni Yayasan Kesejahteraan Ibu dan Anak yang kini menjadi LKIA.“Para mahasiswa lulusan  ini khan punya anak. Ketika mengajar, anak-anak mereka titipkan ke ibu saya. Waktu itu tidak dipungut biaya. Anak-anak baru diambil orang tuanya ketika selesai mengajar,” jelas Sri Astuti Suparmanto, Ketua LKIA Pontianak.

Lebih kurang dua tahun, dibuatlah taman kanak-kanak di yayasan tersebut. Lambat laun ternyata permintaan untuk menitipkan anak semakin banyak. “Apalagi khan sekarang semakin banyak orang tua yang keduanya bekerja. Munculah ide untuk memulai jasa penitipan ini,” ucap dia.Tantangan terberat dalam bidang jasa penitipan anak ini, lanjut dia menjaga kepercayaan orang tua dalam menitipkan anaknya. Selain itu, harus menyediakan pengasuh yang bisa dipercaya dan sayang pada anak-anak.

“Namanya penitipan, kita bertanggung jawab. Hampir waktu anak dari pagi sampai sore ada disini. Sementara anak tidak sekedar dititipkan, melainkan ada pendidikan yang bisa diterapkan kepada mereka,” lanjutnya yang berencana akan membuka di beberapa tempat lainnya.Saat ini sudah, LKIA sudah memiliki empat taman anak sejahtera. Selain di Ahmad Yani, ada TAS Permata Ibu di Jalan Sulawesi, TAS Ananda di Jalan Pangeran Natakusuma, dan TAS Mutiara Ibu di Jalan Fatimah. “Saat ini secara keseluruhan ada 233 anak yang dititipkan ke tempat kami. Mereka berasal dari latar keluarga yang berbeda-beda,” ucap Kumanto, Direktur Pelaksana di LKIA.

Ada dua kriteria biaya yang ditetapkan. Jika penitipan dari jam 07.00-14.00 dikenakan biaya Rp. 300.000, 00 sedangkan dari pukul 07.00-17.00 dikenakan biaya 400.000. “Perhari juga bisa, satu hari Rp. 20 ribu rupiah,” tambahnya.Anak-anak yang dititipkan pun diberikan jadwal harian. Jadwal harian ini disesuaikan dengan kelompok usia. Untuk bayi usia 6 bulan sampai dengan satu tahun sembilan bulan, maka aktivitasnya tidak terlalu banyak. “Fasilitasnnya ini tentu saja ada makan kalau yang dititipkan sampai sore itu dua kali, ditambah snack dan susu. Ketika anak dijemput anak sudah rapi, sudah selesai dimandikan,” ucap dia.

Sementara kelompok usia 1 tahun sampai 4 tahun 9 bulan maka sebelum makan, anak diajak untuk membereskan mainan, merapikan buku dan alat tulis mereka. Juga mencuci tangan. “Ada pula ekskul menari, mewarnai, menyanyi, dan senam,” tambahnya.Setiap bulannya menu makan anak diganti. Ini menghindari anak agar tidak bosan. Pada bulan Januari kemarin misalnya, setiap hari senin ada sayur bayam, ayam semur dan tempe, pepaya, dan pisang. Hari Selasa dari olahan labu, udang, telur, pisang dan kacang hijau. Begitu juga hari-hari lainnya menu yang disajikan kepada anak berbeda.

Hal penting lainnya adalah pengawasan. Pengawasan tak sekadar saat anak dititipkan saja, tetapi juga saat anak dijemput. Menghindari anak dari unsur penculikan atau tindak kejahatan lain, dibuatlah kartu penjemput anak.“Setiap anak akan didata, siapa-siapa saja dari keluarganya yang boleh menjemputnya. Misalkan jika ayahnya tidak ada, boleh ibunya, neneknya, atau pembantunya asalkan ada nama yang terdaftar. Kalau sudah kenal bisa pula lewat telepon, tetapi tetap dilakukan penandatanganan,” terang dia.Anak-anak juga mudah terserang penyakit. Jika hanya demam biasa, anak masih boleh dititipkan. Tetapi jika penyakit anak bisa menularkan kepada anak lainnya, maka orangtua diharapkan tidak menitipkan anaknya sampai kondisi anaknya pulih. (*)

Berita Terkait