Bertahun-tahun Gaji Mereka tak Kunjung Naik

Bertahun-tahun Gaji Mereka tak Kunjung Naik

  Sabtu, 26 March 2016 09:50
PETUGAS KEBERSIHAN: Salah satu petugas kebersihan saat membersihkan pantai di kawasan Pantai Pulau Datok Sukadana. Setidaknya dua kali dalam seminggu para petugas tersebut bekerja. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kebersihan sebagian dari iman. Pepatah itu yang selalu terdengar dan terlihat, saat terpampang dalam tulisan di salah satu tempat. Hal itulah yang dilakukan oleh para petugas kebersihan di Pantai Pulau Datok Sukadana. Mereka selalu membersihkan sampah dua kali dalam seminggu. Namun sudah tahunan gaji mereka tak kunjung naik. DANANG PRASETYO, Sukadana

SAMPAH memang selalu menjadi permasalahan jika tidak benar-benar dijaga kebersihannya. Seperti di Pantai Pulau Datok Sukadana, di mana selalu terlihat berserakannya sampah. Tak dipungkiri, masih minimya kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya, saat berkunjung ke sana. Akhirnya hal tersebut berimbas kepada petugas kebersihan, yang harus berkerja keras untuk menyapu sampah tersebut.

Dengan gaji Rp400 ribu perbulan, mereka harus berkerja dua kali dalam satu minggu. Mereka harus membersihkan sampah yang berserakan di pantai yang sedemikian luas tersebut. Selain sampah dedaunan, mereka juga harus membersihkan sampah sisa botol minuman maupun makanan. 

Sementara itu, di lokasi tersebut juga begitu minimnya tempat pembungan sampah yang layak. Belum sampai sehari, biasanya tempat sampah yang tersedia sudah penuh. Belum lagi dengan menumpuknya sampah yang tak kunjung diangkut oleh para petugas. Hal ini terlihat dari tahun ke tahun tidak ada perubahan.

Apa ini karena masih lemahnya instansi terkait untuk menangani masalah sampah. Belum lagi dengan keluhan dari para pekerja pembersih pantai yang gaji mereka tak kunjung naik dari tahun ke tahun. Seperti diungkapkan Yana (43), salah satu petugas kebersihan di kawasan pantai indah tersebut. Janda beranak lima ini telah membersihkan pantai bersejarah tersebut selama 5 tahun belakangan. Namun, selama itu pula dia tidak pernah mengalami penambahan gaji bulanannya selama bekerja.

“Kami hanya mendapatkan gaji Rp400 ribu satu bulan sejak dulu. Dan tidak ada penambahan sampai sekarang. Sedangkan dari pemerintah dari dulu cuma janji ingin menaiki gaji kami, namun sampai sekarang tidak ada buktinya. Dan saya sudah lima tahun bekerja, sebagai tukang sapu, ” kesalnya.

Sementara itu, dia mengungkapkan harus menanggung dua anak yang masih bersekolah, serta harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Anak saya yang satunya kelas VI sekolah dasar, dan yang satunya kelas I SMA. Dan yang lainnya tiga anak saya Alhamdulillah sudah memiliki pekerjaan masing masing,” ungkapnya.

Dia menceritakan selama bekerja menjadi tukang sapu, kerap merasa jengkel dengan para pengunjung pantai yang tidak memperhatikan kebersihan Pantai Pulau Datok. “Pengunjung seenak- enaknya membuang sampah sembarangan, tidak membuangnya pada tempatnya,” keluhnya.

Hal senada juga dikatakan Salsiah (60). Perempuan berusia senja tersebut sudah selama 4 tahun ini menjadi petugas kebersihan di Pantai Pulau Datok. Dia juga mengutarakan bagaimana selama ini tidak pernah mengalami kenaikan gaji.  

“Sudah empat tahun saya bekerja di sini. Tidak ada perhatian lebih dari pemerintah. Belum lagi, masih banyak kurang pedulinya para pengunjung untuk dapat  berkerja sama dalam menjaga kebersihan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait