Bertahan atau Tinggalkan?

Bertahan atau Tinggalkan?

  Sabtu, 30 July 2016 09:30

Berita Terkait

Banyak pasangan yang hanya menjalani masa pacaran beberapa bulan, kemudian menikah. Tak sedikit pula yang menjalin kebersamaan bertahun-tahun, namun tak kunjung melangkah ke pelaminan. Hubungan itu pun seakan tak berujung. Hubungan tanpa kepastian ini tentunya sangat tak nyaman untuk dijalani.

Oleh: Deziyanty Putri Muliani

Hubungan tanpa kepastian. Ini pernah dirasakan perempuan berusia 30 tahun yang dipanggil Kaka ini. “Saya menjalin hubungan dengan pacar hampir empat tahun. Tetapi tak ada tanda-tanda dia mengajak saya menikah,” ungkap pegawai perusahaan swasta di Kota Pontianak ini.

Kaka pun berupaya memberi sinyal agar sang pacar menikahinya. Tetapi ternyata pesan sinyal-sinyal itu tak ditangkap oleh pasangannya. “Akhirnya saya tembak langsung saja, kapan mau menikahi saya. Dia pun bingung menjawabnya,” cerita Kaka.

Akhirnya, Kaka pun memberi deadline kepada pacarnya. Jika dalam setahun tak ada rencana pernikahan, ia pun akan memutuskan hubungan itu. “Akhirnya karena saya juga sudah bosan digantung terus, ya pisah saja. Karena susah juga kalau hubungan ini tanpa kepastian,” katanya.

Menjalin hubungan tanpa kepastian bukanlah hal yang nyaman. Tetapi bagaimana jika mengalami kondisi itu? Yeni Sukarini, S.Psi, Psikolog mengatakan hubungan tanpa kepastian sebenarnya suatu ikatan yang tidak resmi. Ketika pasangan sudah mengambil langkah untuk bersama, sebaiknya disepakati terlebih dahulu untuk membuat komitmen.

Psikolog Biro Konsultasi Psikologi Phenomenon Pontianak ini menuturkan hubungan tanpa status cenderung memberi dampak negatif. Kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman dan beban pikiran pada salah satu atau kedua belah pihak.

Sekarang banyak hubungan dimulai tanpa ada pernyataan resmi dalam kata-kata. Tapi haruslah ada kepastian sikap bahwa Anda saling memiliki, yang tentunya diikuti dengan sikap saling menghormati dan setia pada satu hati.

“Sebenarnya tidak masalah menunggu hingga akhirnya dilamar, asalkan sudah saling berkomitmen,” kata Yeni.

Bagi mereka yang tidak ingin terikat, tentu saja hubungan ini akan terasa menyenangkan. Sebaliknya, bagi yang menginginkan kepastian, hubungan tanpa kejelasan ini sebaiknya dikomunikasikan antara dua belah pihak.

“Selain mengomunikasikan masalah hubungan dengan pasangan anda, intropeksi diri merupakan cara yang terbaik dalam mengatasi hubungan yang tidak pasti ini,” jelas Yeni yang menjadi konselor di SMPN 13 Kota Pontianak ini.

Dengan berintropeksi diri, lanjut Yeni, bisa memperbaiki hubungan dengan pasangan. Jika merasa diri Anda orang yang cepat bosan, bisa dibicarakan dengan pasangan bahwa ada pola dalam hubungan yang bisa diubah.

“Jika sudah membuat pendekatan ternyata kurang bisa ada penyatuan dalam kesepakatan, sebaiknya tidak perlu dipertahankan lagi,” tutur psikolog kelahiran 1977 ini.

Yeni menambahkan hubungan menjadi tak baik jika ada diantara kedua belah pihak yang merasa tidak nyaman. Begitu pula dalam hubungan tanpa kepastian tersebut. “Komunikasi dan intropeksi diri merupakan hal yang paling utama dalam mengatasi masalah hubungan ini,” ungkapnya. **

Berita Terkait