Bersandar Records dan Perkembangan Musik Pontianak

Bersandar Records dan Perkembangan Musik Pontianak

  Senin, 9 January 2017 09:30

Berita Terkait

Aditya Hermawan, 24 tahun

Owner Bersandar Records

IG: @bersandar_

Bersandar Records adalah sebuah record label independen yang fokus merilis bentuk fisik musik, khususnya bagi musisi yang berdomisili di Pontianak. Aditya Hermawan, selaku owner Bersandar Records percaya bahwa setiap musik yang lahir dengan kejujuran dari seorang musisi layak untuk didokumentasikan dalam bentuk fisik. Makanya nih guys, Bersandar Records menjadi tempat beberapa musisi seperti Cerutu Kakek, Limapagi, Botol Pecah, The Yee dan Jurang mempercayakan perilisan bukti fisik karyanya.

Bersandar Records berawal dari kecintaan Aditya Hermawan mendengarkan musik secara analog. Baik itu kaset maupun vinyl (piringan hitam). Namun cowok yang akrab disapa Adit ini mengalami kejemuan karena di Pontianak masih sedikit toko yang menjual fisik dari rilisan musisi Pontianak. 

“Masih banyak yang menganggap kalo rilisan fisik itu nggak begitu penting. Padahal rilisan fisik menjadi bukti yang paling berkesan dari karya musisi. Kalo cuma dengerin lewat online bakal berbeda sense-nya dibandingkan dengan rilisan fisik. Nah, disinilah Bersandar Records mengambil peran dalam ranah musik Pontianak,” tutur cowok berusia 24 tahun ini. 

Bersandar Records berusaha membantu para musisi untuk memproduksi rilisan fisik karena umumnya mereka sering mengalami kebingungan  bagaimana cara membuat rilisan fisik dan penjualannya. Adit sendiri mendistribusikan rilisan fisik dengan membuka lapak saat event musik dan menjualnya di toko rilisan fisik yang berada di pulau Jawa. Bersandar Records ini merupakan one man project dari sang owner. Pemilihan musisi mana yang akan dibantu oleh Bersandar Records tergantung pada selera Adit, apakah musisi tersebut memiliki karya yang sesuai dengan keinginannya.

Adit melihat motivasi para musisi untuk mengeluarkan rilisan fisik semakin terpacu setelah adanya Record Store Day pertama di Pontianak pada tahun 2013. Lewat Record Store Day pula Adit dapat mencari musisi yang akan dilabeli oleh Bersandar Records. Sayangnya nih, masih banyak musisi yang salah kaprah dengan record label indie. Bersandar Records sering dikira sebagai tempat recording, padahal nggak semua record label indie menyediakan fasilitas recording. “Memang ada yang sekaligus memfasilitasi proses recording, tapi di Bersandar Records nggak ada. Bersandar Records hanya memproduksi rilisan fisik dan mendistribusikan. Record label indie ini menjembatani musisi dengan pendengarnya,” tambahnya

Tanpa disadari, record label indie pun turut membentuk selera musik masyarakat. Apalagi masyarakat Pontianak memiliki selera musik yang unpredictable. “Kultur masyarakat Pontianak ini nggak bisa bertahan lama jika menyukai sesuatu. Hanya beberapa saat lalu berganti dengan yang baru. Nggak heran sih karena kalo ditilik dari aspek sejarah Pontianak ini kota jasa. Kota yang jadi persinggahan. Makanya perubahan selera masyarakat bisa terjadi dengan cepat. Melalui Bersandar Records ini aku memberikan pengaruh terhadap musik yang didengar masyarakat Pontianak,” pungkasnya. (ind)

Berita Terkait