Bersama-sama Perangi Narkoba

Bersama-sama Perangi Narkoba

  Kamis, 4 Agustus 2016 10:00
PARADE: Acara celebration day, parade gerakan anti narkoba se-Kapuas Hulu yang diikuti seluruh pelajar SD, SMP, dan SMA se-Kota Putussibau, di Stadion Uncak Putussibau, akhir pekan lalu. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Pencegahan dan penindakan terhadap peredaran serta penyalahgunaan narkoba, perlu dilakukan bersama-sama, antara masyarakat, organisasi, serta keterlibatan pihak swasta dan keluarga. Ajakan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero, saat membuka celebration day Parade Gerakan Anti Narkoba se-Kapuas Hulu, pekan lalu di Stadion Uncak Putussibau.

 
“Saya minta semua pihak peduli,” pinta Wabup pada acara yang diselenggarakan Yayasan Acclesia Bandung  dan diikuti pelajar SD, SMP dan SMA Kota Putussibau. Wabup mengingatkan agar semua pihak berkomitmen memberantas peredaran narkoba. Dia pun sangat mengapresiasi upaya Yayasan Acclesia Bandung dan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu hingga semua pihak yang bertekad mencegah dan memberantas narkoba, khusus di Kapuas Hulu. Terlebih, dia menambahkan, untuk pelajar, yang merupakan penerus bangsa. “Manfaatkan masa muda sebaik-baiknya,” pesan politisi PKPI ini.

Generasi muda, menurut dia, mesti mengisi waktu luang dengan hal yang positif, berprestasi, dan menuai hasil di masa depan. Ditambahkan dia bahwa langkah yang perlu dibuat adalah sejak dini melakukan pembinaan terhadap anak-anak dalam keluarga. Dia juga meminta agar diperkuat sosialisasi mengenai bahaya narkoba pada siswa-siswi. “Orang tua di tengah kesibukanya mesti bisa meluangkan waktu untuk memperhatikan anak-anaknya,” pinta dia.

Anton, sapaan karibnya meminta para orang tua untuk memberikan kepada anak-anak mereka, cinta dan kasih sayang, serta kepedulian yang tinggi. Dengan cinta dan kasih sayang tersebut, dia yakin, anak-anak ini tidak akan terjerumus pada hal-hal yang negatif, terutama penyalahgunaan narkoba. “Selalu berikan perhatian pada anak, awasi dan perhatian pergaulannya, dekati mereka, jangan sampai frontal, sehingga menimbulkan perlawan-perlawanan dari anak-anaknya,” tutur Wabup.

Diungkapkan Wabup bahwa dari 23 kecamatan di Kapuas Hulu, tujuh di antaranya berbatasan langsung dengan Malaysia, di mana lima di antaranya memiliki banyak jalan tikus atau jalan tradisional, yang banyak dilewati pelintas batas. Untuk itu, diakui dia, jika Kapuas Hulu sangat rawan dijadikan daerah transit penyelundupan narkoba, bahkan barang-barang ilegal lainnya seperti bahan peledak. Untuk itu, menurut dia, perlu perhatian bersama untuk mengawasinya.

Apalagi, diingatkan dia jika kejahatan narkoba sudah merambah semua lini di negeri ini. Bahkan, dia menambahkan, bukan hanya kalangan dewasa, tetapi anak-anak juga sudah terkontaminasi narkoba. Maka, dia berharap agar langkah pemerintah menyatakan perang terhadap narkoba didukung penuh semua komponen. “Narkoba harus diperangi bersama, tak hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga,” kata Wabup.

Anton mengatakan, tidak satu pun negara yang bebas dari peredaran narkoba, sehingga semua masyarakat patut mewaspadainya. Narkoba, ditegaskan dia, akan berdampak fatal terhadap keberlangsungan generasi bangsa. “Ini menimbulkan kerugian baik moral maupun materil. Saya berharap dalam menghadapi masalah pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak hanya ditangani pemerintah saja,” tegasnya. (aan)

Berita Terkait