Bersama Jaga Ketapang yang Aman dan Damai

Bersama Jaga Ketapang yang Aman dan Damai

  Sabtu, 8 Oktober 2016 10:53

Berita Terkait

KETAPANG – Keluarga Besar Paguyuban Jawa Ketapang berkomitmen untuk ikut berkontribusi membangun Ketapang. Tidak hanya itu, mereka juga bertekad untuk tetap menjadikan Ketapang sebagai daerah yang aman dan damai. Hal ini terungkap pada tema ulang tahun ke-19 Paguyuban Jawa Ketapang.

Ketua Paguyuban Jawa Ketapang, Suwignyo, megajak kepada seluruh warga Ketapang yang keturunan suku Jawa, untuk selalu tetap bersatu dan bersama membangun Ketapang. Tidak hanya itu, ia juga mengajak agar tetap menjaga dan menjadikan Kabupaten Ketapang sebagai daerah yang aman dan damai.

"Mari kita bersama membangun dan menjaga Ketapang agar tetap aman dan damai. Jika tetap aman dan damai seperti sekarang ini, untuk membangun daerah akan lebih mudah," ajaknya.

Bupati yang diwakili oleh Kepala Disbudparpura Kabupaten Ketapang, Yulianus, juga mengajak kepada semua suku, termasuk suku Jawa untuk ikut berkontribusi membangun dan menjaga Ketapang. "Mari jaga Kabupaten Ketapang sehingga tetap aman sehingga pembagunan dapat dilaksanakn dengan baik," ungkapnya.

Ketua Panitia, Joko Sumantep, mengungkapkan bahwa ulang tahun paguyuban tersebut jatuh pada 1 Suro 1950 Saka kemarin. Pada peringatan ulang tahun yang berlangsung 30 September hingga 1 Oktober lalu, mereka melaksanakan berbagai kegiatan. Kegiatan pusatkan mereka di dua tempat berbeda di Ketapang.

Hari pertama mereka laksanakan pawai budaya yang diikuti oleh beberapa Paguyuban Jawa lokal dengan menampilkan berbagai kesenian. Di antaranya reog Ponorogo, kuda lumping gaya Banyumas, kuda lumping gaya Jawa Timur, dan karnaval pakaian adat. Kegiatan pawai budaya tersebut meyusuri jalan Kota Ketapang sambil menampilkan beberapa aktraksi di setiap titik lokasi.

Hari kedua, panitia melaksanakan bakti sosial berupa sunatan massal yang diikuti oleh 39 anak yang kurang mampu. Dalam kegiatan sunatan massal ini, mereka menggandeng Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ketapang. "Alhamdulillah kegiatan tersebut berjalan dengan lancar," katanya.

Di hari itu juga panitia mengadakan kegiatan acara potong tumpeng dan doa selamat, dengan dihibur kesenian reog Ponorogo dan kuda lumping. Acara puncak kegiatan tersebut diadakan pada malam harinya, yaitu menampilkan wayang kulit semalam suntuk dibawakan Ki Dalang Danang Adhi Kusuma dengan judul Bimo Nagih Janji. (afi)

 

 

Berita Terkait